Kemendes dan 11 Perguruan Tinggi Siapkan Aksi Nyata Bangun Desa

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memantapkan sinergi dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides). Sinergi tersebut kini dilakukan dengan
Fatkhul Maskur | 13 April 2018 18:35 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Desa Bilalang, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara. - Kemendes

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memantapkan sinergi dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) melalui sinkronisasi program aksi nyata agar pembangunan pedesaan dapat segera berjalan.

Saat ini, 11 (sebelas) perguruan tinggi tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Forum Pertides.

1. Institut Teknologi Bandung
2. Universitas Gadjah Mada
3. Universitas Padjajaran
4. Universitas Andalas
5. Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur
6. Universitas Trunojoyo
7. Universitas Mataram
8. Universitas Halu Oleo
9. Universitas Brawijaya
10. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
11. Universitas Borneo Tarakan

"Dalam rangka sinkronisasi tersebut Kemendes PDTT menggelar Rapat Sinergi antara Kemendes PDTT dan Forum Pertides," kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi dalam siaran persnya, Jumat (13/4/2018).

Dia mengatakan rapat ini bertujuan menyamakan persepsi dalam proses implementasi program kerja dan timeline pembangunan pedesaan yang telah disusun masing-masing pihak. Integrasi program prioritas pemerintah dan perguruan tinggi serta alokasi anggaran menjadi penting agar upaya percepatan pembangunan pedesaan berjalan optimal.

“Dalam tiga tahun kami sudah lakukan banyak forum diskusi. Kini grand design dan peta potensi perguruan tinggi sudah terbentuk. Hari ini jadi momentum bagi kita untuk menyinkronkan program prioritas pemerintah dengan grand design dan peta potensi tersebut,” ujarnya.

Dia meyakini pemikiran dan karya intelektual dari perguruan tinggi berperan penting dalam pembangunan desa. Untuk mewujudkan langkah tersebut, forum ini mempertemukan langsung perguruan tinggi dengan unit kerja eselon 1 di Kemendes PDTT.

“Dengan duduk bersama, kami berharap melalui kegiatan ini Kementerian dan Forum Pertides dapat menemukan link and match. Bersama kita usahakan pada 2018 ada hasil sinergi yang dilaksanakan secara konkret. Tidak hanya sekadar ide. Hasil sinkronisasi hari ini juga akan kita evaluasi,” sambungnya.

Wakil Ketua Umum Forum Pertides yang juga merupakan Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Teguh Soedarto mengatakan, forum ini menjadi momentum untuk menajamkan integrasi program antarinstitusi.

Dirinya menambahkan, lima lingkup utama Forum Pertides yakni penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan SDM desa, peningkatan keberdayaan desa, pemberdayaan pemerintah desa dan badan usaha milik desa (BUMDes), serta pembangunan infrastruktur desa akan menjadi rambu-rambu utama yang akan disinergikan.

“Kami harus menyinkronkan potensi sumber daya lokal menjadi wujud kegiatan nyata melalui tangan-tangan dingin perguruan tinggi. Dengan berbasis ilmu pengetahuan dan sumber daya mahasiswa, kami yakin masyarakat juga akan menerimanya dengan adem,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, ke depan Forum Pertides akan menyosialisasikan sinergi program kerja tersebut melalui sebuah website. Dengan demikian, publik dapat melihat kisah-kisah sukses hasil sinergi pemerintah dan perguruan tinggi serta masyarakat desa yang melihatnya dapat terinspirasi.

“Bersama kementerian, perguruan tinggi berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan bimbingan untuk pemberdayaan masyarakat desa,” lanjutnya.

Forum Pertides merupakan kesatuan unsur seluruh perguruan tinggi dengan tujuan utama berkontribusi membangun desa-desa di Indonesia. Forum Pertides terus menyumbangkan pemikiran dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian serta pendampingan program-program pemberdayaan masyarakat desa.

Sejumlah peran yang diambil dalam mendukung pembangunan desa di antaranya adalah energi, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), mitigasi bencana, bioteknologi, infrastruktur desa, industri kreatif, sumber daya air, dan produk/ alat bantu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Dana Desa, Perguruan Tinggi

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top