Fujifilm Tetap Menaruh Harapan di Bisnis Cetak Foto

PT Fujifilm Indonesia tetap optimistis bisnis cetak foto terus tumbuh dan banyak peminat. Oleh karena itu, perseroan tidak akan meninggalkan bisnis ini dan terus mengembangkannya.
Annisa Sulistyo Rini | 10 April 2018 17:12 WIB
Noriyuki Kawakubo, Presiden Direktur PT Fujifilm Indonesia (kanan) dalam pembukaan Fujifilm Fair 2018 di Jakarta, Selasa (10/4 - 2018).

Bisnis.com, JAKARTA—PT Fujifilm Indonesia tetap optimistis bisnis cetak foto terus tumbuh dan banyak peminat. Oleh karena itu, perseroan tidak akan meninggalkan bisnis ini dan terus mengembangkannya.

Noriyuki Kawakubo, Presiden Direktur Fujifilm Indonesia, mengatakan sampai saat ini photo imaging masih menjadi salah satu lini bisnis yang memegang peranan penting di perseroan. Kontribusi bisnis cetak foto merupakan nomor dua terbesar, setelah bisnis kamera atau electronic imaging.

“Di beberapa negara, bisnis cetak foto mulai menurun, tetapi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, bisnis ini masih baik dan punya potensi. Kami akan melanjutkan investasi photo imaging pada masa depan,” ujarnya pada pembukaan Fujifilm Fair 2018 di Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Secara global, Fujifilm Holding menargetkan pendapatan keseluruhan senilai Rp313,3 triliun pada 2019 atau naik sebesar 11,89% dibandingkan dengan raihan pada 2016 yang senilai Rp280 triliun. Untuk imaging solution, Fujifilm menargetkan tumbuh 11,16% dari Rp41,2 triliun menjadi Rp45,8 triliun.

Untuk pasar Asia Pasifik, perusahaan asal Jepang tersebut menargetkan bisnis photo imaging tumbuh sekitar 20% dalam waktu 3 tahun atau dari 2016 hingga 2019. Sementara itu, untuk Indonesia, Fujifilm menargetkan pertumbuhan 50% dalam waktu 3 tahun.

Sebagai upaya mencapai target tersebut, Fujifilm akan melakukan investasi untuk showroom dan toko serta melakukan kegiatan promosi. Saat ini, perseroan memiliki satu gerai one stop photo shop yang bernama Wonder Photo Shop di Mall Kota Kasablanka dan dalam waktu dekat akan membuka Wonder Photo Shop kedua di Central Park Mall.

Josef Kuntjoro, General Manager Photo Imaging Division Fujifilm Indonesia, menuturkan bisnis toko foto tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masih banyak masyarakat yang ingin terjun di bisnis ini atau melakukan ekspansi.

“Oleh karena itu, melalui Fujifilm Fair 2018, kami ingin menyampaikan bahwa kami siap mendukung pebisnis toko foto dengan menghadirkan produk kami yang dilengkapi teknologi terbaru dan memberikan insight supaya bisnis mereka selalu beradaptasi dengan perkembangan jaman,” jelasnya.

Dalam Fujifilm Fair 2018, perseroan menyampaikan konsep toko Fuji Digital Imaging (FDI) yang baru dengan nuansa modern dan kekinian supaya menarik minat kaum milenial. Fujifilm secara khusus melakukan perombakan dalam desain toko foto, khususnya pelayananan di toko foto, yang akan ada di tujuh kota, yaitu Lampung, Jakarta, Solo, Madiun, Bojonegoro, Banjarmasin, dan Kendari.

Fujifilm juga memperkenalkan produk pencetak foto ramah lingkungan, Frontier DE-100, yang dilengkapi dengan empat tinta dan dot yang lebih padat. Produk ini diklaim lebih hemat tinta dan memiliki daya tahan dua kali lipat dibandingkan produk yang setara.

Adapun, Fujifilm Indonesia memiliki enam unit bisnis yang terdiri dari electronik imaging (kamera dan lensa), photo imaging (mesin pencetak foto, kertas foto, dan Instax), graphic art (mesin digital printing, offset, dan onset), medical (alat-alat kesehatan), industrial product (prescale dan NDT), dan life science (perawatan kulit).

Tag : fujifilm
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top