Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Masih Rogoh Dana Internal

Pengembang masih menggunakan modal internal untuk pengembangan proyek properti meski juga tidak memungkiri mencari sumber pembiayaan proyek yang lebih variatif untuk memperkecil risiko dan mengurangi porsi ekuitas.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 27 Maret 2018  |  20:29 WIB
Penyelesaian sebuah perumahan mewah. - Bisnis Paulus Tandi Bone
Penyelesaian sebuah perumahan mewah. - Bisnis Paulus Tandi Bone

Bisnis.com,JAKARTA— Pengembang masih menggunakan modal internal untuk pengembangan proyek properti meski juga tidak memungkiri mencari sumber pembiayaan proyek yang lebih variatif untuk memperkecil risiko dan mengurangi porsi ekuitas.
Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan sebagian besar proyek pengembangan properti menggunakan modal internal sedangkan pinjaman perbankan lebih dikhususkan untuk proyek pendapatan berulang.
Dalam proyek pendapatan berulang, Ciputra Group lebih mengandalkan pinjaman perbankan dalam negeri yang resikonya lebih minim. Harun Menilai meskipun pergerakan nilai tukar yang rentan dapat diantisipasi dengan transaksi hedging (lindung nilai), namun untuk melakukannya juga membutuhkan biaya tambahan dan prosenya rumit.
“Perbankan dalam negeri saja. Tidak terlalu rumit. Sejauh ini porsi leverage pinjaman kami masih kecil,28%,”katanya kepada Bisnis Selasa (27/3/2018).
Senada Direktur Utama SMRA, Adrianto P Adhi mengatakan perusahaan menggunakan  dana internal perusahaan dengan komposisi 60% berbanding 40% untuk pinjaman dalam  negeri.
Direktur Utama Trans Corp Chairal Tanjung mengatakan sejauh ini, perusahaan baru menggunakan pendanaan dari kas internal karena pengembangan proyek-proyek tersebut dilakukan secara bertahap. Namun ke depannya perusahaan juga berupaya menggunakna pinjaman perbankan luar negeri.
Perusahaan kata dia sudah terkenal di kalangan perbankan asing sebagai perusahaan yang mampu dijaga komitmennya.  Perusahaan pun sudah memiliki sekitar 25 jaringan perbankan di luar negeri.
“Setelah kami hitung, perbankan luar lebih gampang lebih cepat lebih murah. Sehingga kami akan ambil porsi pendanaan luar negeri. Perbankan dalam negeri bisa fokus mendanai perusahaan lainnya,”katanya akhir pekan lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan rumah
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top