Segera Tuntaskan Penghambat Perdagangan & Pariwisata Indonesia-Rumania

Pemerintah Indonesia dan Rumania perlu segera menuntaskan sejumlah masalah untuk memacu kerja sama sektor pariwisata dan perdagangan kedua negara.
Inria Zulfikar | 21 Maret 2018 13:11 WIB
Bukares, Rumania. - Istimewa

Bisnis.com, BUKARES - Pemerintah Indonesia dan Rumania perlu segera menuntaskan sejumlah masalah untuk memacu kerja sama sektor pariwisata dan perdagangan kedua negara.

Data-data yang ada menunjukkan bahwa geliat bisnis di kedua sektor tersebut belum menggembirakan.

Jumlah wisatawan Rumania yang berkunjung ke Indonesia, misalnya, pada 2017 masih di kisaran 12.000 orang. Bila mengacu pada materi yang disiapkan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR dalam rangka kunjungan ke negara ini pada 18-24 Maret 2018, diketahui bahwa pertumbuhan jumlah kunjungan turis Rumania sedikit sekali.

Pada 2016 (Januari-Oktober), pelancong yang datang tercatat 9.758 orang. Empat tahun sebelumnya berturut-turut lebih sedikit lagi yaitu 9.020 orang (2015), 7.802 orang (2014), 7.508 orang (2013), dan 6.303 orang (2012).

Sebaliknya, belum diketahui pasti jumlah orang Indonesia yang berwisata ke negara yang dipimpin Presiden Klaus Iohannis ini. Dari data KBRI di Bukares, yang tercatat hanya jumlah WNI yang saat ini tinggal di Rumania, yakni sekitar 163 orang. Itu pun termasuk staf dan keluarga karyawan KBRI.

Seorang pejabat di KBRI juga tidak terlalu optimistis ketika Bisnis memperkirakan turis asal Indonesia mencapai sekitar 10.000 orang per tahun.

Padahal, ada dua hal yang menjadi fokus hubungan RI-Rumania saat ini. Pertama, mitra bagi kerja sama di forum internasional. Kedua, mitra dagang ke-5 bagi Indonesia di kawasan Eropa Timur dan Tenggara. Selanjutnya, salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia adalah peningkatan perdagangan bilateral, investasi dan kunjungan wisatawan asal Rumania.

Sebagai gambaran, nilai perdagangan kedua negara pada 2017 (Januari-Agustus) sebesar US$113,52 juta dan surplus di pihak Indonesia mencapai US$52,5 juta. Padahal, tahun sebelumnya lebih besar yaitu US$134,6 juta dan Indonesia juga menikmati surplus US$50,4 juta.

Malah secara keseluruhan dalam lima tahun terakhir terdapat penurunan pertumbuhan nilai perdagangan RI-Rumania, sehingga anjlok menjadi -6,39%.

Indonesia juga belum menjadi negara tujuan investasi utama bagi Rumania. Tak heran pada 2016 investasi negara itu hanya menempati peringkat ke-57 dengan nilai US$420.000.

Oleh karena itu, pentingnya peningkatan hubungan bilateral ini juga kembali ditekankan oleh Dubes Rumania untuk Indonesia Valerica Epure dan Wakil Ketua BKSAP Juliari P. Batubara dalam pertemuan di Jakarta pekan lalu.

Dari sisi kerja sama sektor pariwisata, ada kendala yang belum dituntaskan pihak Indonesia, sehingga dari data yang ada sejauh ini masih berstatus draf perjanjian kerja sama di bidang pariwisata.

Tag : rumania
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top