Investor AS Diiming-imingi Kemudahan di Industri Manufaktur

Menteri Perindustrian membuka peluang bisnis kepada para calon investor yang berasal dari Amerika Serikat.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 17 Maret 2018 18:39 WIB
Kawasan Industri Jababeka - Reuters/Supri

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian membuka peluang bisnis kepada para calon investor yang berasal dari Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah membuka peluang kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama di sektor industri. Upaya ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan devisa negara sehingga akan berujung pada terciptanya kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini juga menjadi momentum yang tepat bagi para pelaku industri di dalam negeri untuk terus ekspansi karena pemerintah semakin fokus menciptakan iklim usaha yang kondusif serta memberikan kemudahahan dalam perizinan dan menjaga ketersediaan bahan baku,” kata Airlangga dalam siaran pers Sabtu (17/3/2018).

Hal tersebut disampaikan Airlangga ketika bertemu dengan Delegasi US-ASEAN Business Council di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada beberapa waktu lalu. Dia menambahkan sektor manufaktur di Indonesia sedang menunjukkan geliat yang positif karena mereka semakin percaya untuk melakukan perluasan usaha dan menyerap tenaga kerja.

Melalui pertemuan dengan para pengusaha Negeri Paman Sam tersebut, Menperin berharap, selain menguatkan hubungan bilateral dan meningkatkan kemitraan antara pelaku usaha Indonesia-Amerika Serikat, dapat pula memperluas pasar ekspor bagi produk dalam negeri. “Kerja sama kedua negara khususnya di sektor industri perlu ditingkatkan lagi karena bersifat saling melengkapi,” ujarnya.

Ada pun yang ikut mewakili perusahaan Amerika Serikat dalam rombongan US-ASEAN Business Council saat itu, antara lain HM Sampoerna, Mattel, Visa, Harley Davidson, BP, Honeywell, Novartis, Sanofi, Apple, Amway, Coca-cola, Exxon Mobil, dan P&G.

Airlangga mencontohkan komitmen Mattel yang ingin terus menambah kapasitas produksinya, akan menjadi bagian dari promosi investasi di Indonesia. Apalagi, produk boneka Barbie yang dihasilkan dari Indonesia telah menguasai pasar dunia hingga 60%.

Selain itu, Apple yang telah membangun pusat inovasi di Indonesia, juga akan memacu kompetensi sumber daya manusia Tanah Air terhadap perkembangan teknologi digital saat ini. “Jadi, semakin banyak pool of talents untuk mendesain kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri sekarang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menperin mengatakan, pihaknya telah mendorong adanya perjanjian bilateral untuk meningkatkan ekspor industri tekstil Indonesia ke Amerika Serikat. “Saat ini, produk tekstil kita kena bea masuk di sana sebesar 12,5%. Sedangkan, Vietnam sudah 0% karena ada agreement kedua negara. Jadi, perjanjian tersebut akan mendongkrak daya saing produk kita,” ungkapnya.

Pemerintah juga tengah menyiapkanan diri dengan melakukan tindakan pengamanan perdagangan dalam menghadapi serbuan produk impor, menyusul imbas kebijakan kenaikan tarif impor baja dan alumunium di Amerika Serikat.

Kemenperin mencatat, pada 2017 nilai investasi Amerika Serikat di Indonesia pada sektor manufaktur sebesar US$86,1 juta. Adapun investasi tertinggi dari industri tekstil mencapai US$14 juta dan industri makanan US$12 juta. Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat pada 2017 sebesar US$17,7 miliar, dengan salah satu kontribusinya dari produk pakaian dan sepatu olah raga sebesar US$4,5 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top