Presiden Jokowi Luncurkan Ritel Modern LEU Mart

LEU Mart, ritel konsinyasi modern pertama oleh Lembaga Ekonomi Umat ( LEU) resmi diluncurkan oleh Presiden Jokowi di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten pada Rabu (14/3/2018).
Agne Yasa | 14 Maret 2018 19:00 WIB
Presiden Jokowi ketika peluncuran LEU Mart. /istimewa

Bisnis.com, BANTEN -- LEU Mart, ritel konsinyasi modern pertama oleh Lembaga Ekonomi Umat ( LEU) resmi diluncurkan oleh Presiden Jokowi di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten pada Rabu (14/3/2018). 

Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi bersamaan dengan peresmian rumah susun dan bank wakaf. Dalam peluncuran tersebut, Presiden Jokowi menandatangani prasasti LEU Mart.

Presiden Jokowi mengungkapkan, keberadaan LEU Mart bisa membantu pengembangan dan pembangunan ekonomi di pondok-pondok pesantren.

"Hal ini sangat baik sekali untuk masa depan pendidikan para santri di pondok pesantren," kata Presiden Jokowi, melalui siaran pers kepada Bisnis, 

Ketua Umum LEU Bambang Wijonarko yang juga Direktur Utama PT LEU Ritel Indonesia, mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan secara nasional dapat berdiri 1.000 gerai di kawasan Jabodetabek.

Untuk itu dia berharap berbagai pihak bisa mendukung dan menjadi alternatif peluang bisnis bagi umat.

Bambanga mengatakan kehadiran LEU Mart merupakan jawaban konkrit yang ditunggu-tunggu oleh umat dari tema arus baru ekonomi umat di Kongres Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia 2017.

Di kongres tersebut umat ingin terlibat langsung dalam memberikan solusi tegas terkait persoalan kesenjangan sosial yang terjadi di tanah air.

"Maka dari situlah munculnya LEU untuk merumuskan strategi-strategi apa yang bisa diberikan umat dalam sumbangsihnya kepada negeri ini," katanya.

Dipilihnya ritel, lanjut Bambang, karena LEU mengajak umat untuk menjadi pedagang dan saudagar yang berkualitas sekaligus mengimplementasikan ekonomi syariah di sektor riil.

Dia menambahkan LEU Mart adalah salah satu contoh buktinya, bahwa sektor riil syariah di Indonesia bisa dikembangkan selain sektor moneter yang ada selama ini.

Bambang mengatakan dengan adanya bisnis ritel ini juga akan mendorong produk-produk UKM milik umat bisa terdistribusikan secara benar dan termanajemen dengan baik dalam kemiteraan dengan LEU Mart.

Dia menambahkan LEU Mart bukan sekadar memasarkan produk-produk UKM saja tapi lebih dari itu melakukan pendampingan dan pemberdayaan terhadap UKM.

"Dari perspektif inilah, kami ingin penyerapan tenaga kerja lebih progresif di sektor ritel dan akan meningkat pesat. Inilah misi sekaligus solusi bagi kesenjangan sosial bagi bangsa ini," kata Bambang yang juga ketua umum Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Untuk mengembangkan LEU Mart secara masif, Bambang mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjadi mitra dari LEU Mart.

Dia mengatakan konsep bisnis yang ditawarkan oleh LEU Mart sangat murah efisien dibandingkan dengan bisnis-bisnis lainya. Apalagi sistem konsinyasi didukung dengan sistem IT yg terintegrasi.

Ditambah lagi diperkuat dengan adanya pelatihan dan pendampingan para mitra secara gratis, LEU Mart diharapkan mampu menghadirkan sebuah konsep baru dalam bidang ritel.

Bambang menjelaskan, keunggulan LEU Mart dapat bernegoisiasi secara langsung kepada para prinsipal, seperti Mayora, Orang Tua, Garuda Food, Indofood, Unilever, Wings, Central Pertiwi Bahari atau Fiesta, dan lainnya.

"Hal ini menjadikan LEUMart mampu menghadirkan beragam produk dengan harga yang kompetitif," katanya.

Tag : Presiden Joko Widodo, Fatwa MUI, LEU Mart
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top