Tadashi Yanai, Bos Ritel Terbesar di Jepang

Tadashi Yanai adalah pengusaha paling sukses di Jepang dan pendiri serta chief executive Fast Retailing, perusahaan pakaian jadi terbesar keempat di dunia yang memiliki lebih dari 2.000 toko ritel dan portofolio merek, termasuk Uniqlo, Helmut Lang, Theory, Comptoir des Cotonniers , Princesse tam.tam, J Brand dan G.U.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 Maret 2018  |  09:33 WIB
Tadashi Yanai, Bos Ritel Terbesar di Jepang
Tadashi Yanai - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Tadashi Yanai adalah pengusaha paling sukses di Jepang dan pendiri serta chief executive Fast Retailing, perusahaan pakaian jadi terbesar keempat di dunia yang memiliki lebih dari 2.000 toko ritel dan portofolio merek, termasuk Uniqlo, Helmut Lang, Theory, Comptoir des Cotonniers , Princesse tam.tam, J Brand dan G.U.

Kerja keras dan ketekunan adalah dua kualitas seorang pengusaha bisnis yang sukses. Tadashi Yanai merupakan salah satu contoh terbaik ungkapan tersebut. Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, Tadashi menempati posisi 41 orang terkaya di dunia, sekaligus merupakan orang terkaya di Jepang pada tahun 2018.

‘Passion’ Bisnis

Tadashi lahir pada tanggal 7 Februari 1949. Ia lulus dari Universitas Waseda di Tokyo pada tahun 1971. Terlepas dari bidang ilmu politik yang digelutinya di masa kuliah, Tadashi justru sangat antusias dalam bidang bisnis di tahun-tahun awal sejak kelulusannya.

Setelah menyelesaikan wisuda, dia mulai menjual pakaian pria dan peralatan dapur di supermarket Jusco. Setelah menghabiskan satu tahun bekerja, dia berhenti dari Jusco dan bergabung dengan bisnis menjahit ayahnya yang bernama Ogori Shoji.

Foto: Successstory.com

Perjalanan Karir dan Bisnis

Pada tahun 1984, Yanai memimpin jaringan bisnis pakaian ayahnya dan membuka gerai baru di Hiroshima yang disebut Unique Clothing Warehouse, yang kemudian disingkat menjadi Uniqlo. Di tahun 1991, ia mengganti nama perusahaan ayahnya menjadi Fast Retailing.

Tadashi sangat suka mengatakan bahwa "Uniqlo bukanlah perusahaan fashion, ini adalah perusahaan teknologi." Dan memang, pendekatan merek untuk membuat pakaian jadi memiliki lebih banyak kesamaan dengan pendekatan terhadap pengembangan produk yang dianut oleh industri teknologi yang cenderung dekat dengan tren berulang daripada tren siklis.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun, Uniqlo telah berkembang dari hanya toko kecil di Hiroshima menjadi ratusan toko di seluruh Jepang. Di tahun 1998, tercatat total 300 gerai Uniqlo telah dibuka.

Terlepas dari nama perusahaan induk, adalah ironi untuk menyebut Uniqlo sebagai perusahaan "fast fashion". Berbeda dengan Zara yang membangun bisnis pakaian jadi terbesar di dunia berdasarkan pada cepatnya perubahan tren mode, Uniqlo mengambil pendekatan yang berlawanan dengan merencanakan produksi produknya satu tahun sebelumnya.

Pada tahun 1994, perusahaan induk Uniqlo, Fast Retailing, mencatatkan saham perdana di bursa Jepang. Saat ini Fast Retailing memiliki lebih dari 2000 gerai termasuk dan telah menjadi perusahaan pakaian jadi terbesar keempat di negara ini. Selain Uniqlo, merek lain seperti Helmut Lang, Theory, Comptoir des Cotonniers, Princesse Tam.Tam, J Brand dan G.U juga berada di bawah Fast Retailing.

Pada tahun 2012, ia termasuk dalam daftar 50 orang paling berpengaruh pada majalah Bloomberg Markets. Dia juga telah dianugerahi International Retailer of the Year Award 2010 dari National Retail Federation di AS. Sanno Institute of Management memilih Yanai sebagai presiden perusahaan terbaik di tahun 2009.

Selain berbisnis, Tadashi juga aktif dalam kegiatan amal. Yanai menyumbangkan satu miliar yen Jepang pada bulan Maret 2011 kepada para korban gempa Sendai. Tadashi juga telah menerbitkan sebuah buku berjudul Throw Away Your Success in a Day di tahun 2009.

Di dalam ruang baca di kantor Uniqlo, Tokyo / Bloomberg

Kehidupan Pribadi

Miliarder berusia 63 tahun itu telah menikah dan memiliki dua anak. Dia menjadi penggila pacuan kuda serta penggmar berat olahraga golf. Dia bermain golf setiap akhir pekan di pinggiran kota Tokyo. Tadashi memiliki dua lapangan golf di Hawaii.

Tadashi memiliki rumah seluas 1.542 meter persegi di jantung kota Tokyo. Rumah ini memiliki driving range pribadi, menara penjaga dan dikelilingi oleh dinding berlantai dua. Dia membangun rumah ini di atas tanah seharga US$80 juta pada tahun 2000.

Tadashi terkenal sebagai pemimpin yang inspirasional. Dia mengatakan kepada majalah Monocle, "Saya mungkin terlihat sukses tapi saya telah membuat banyak kesalahan. Orang-orang menganggap kegagalan mereka terlalu serius. Anda harus bersikap positif dan yakin akan menemukan kesuksesan di lain waktu."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, uniqlo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top