Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Industri Olahan Kakao Optimis Tumbuh 10%

Industri pengolahan kakao diperkirakan tumbuh hingga 10% pada tahun ini.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 11 Februari 2018  |  17:27 WIB
Industri Olahan Kakao Optimis Tumbuh 10%
Pekerja memeriksa buah kakao di Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Selasa (8/1). - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Industri pengolahan kakao diperkirakan tumbuh hingga 10% pada tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Pieter Jasman mengatakan bahan baku menjadi salah satu kendala industri olahan kakao tumbuh lebih kencang. 

"Untuk 2018 [industri kakao] diharapkan dapat tumbuh lagi antara 5% sampai dengan 10%. Untuk kapasitas 2017 mencapai 450.000 ton. Itu naik 15% dari tahun sebelumnya," kata Pieter, Minggu (11/2). 

Dia mengatakan untuk meningkatkan produksi olahan kakao ini industri butuh pasokan bahan baku lebih besar. Sayangnya industri masih kesulitan untuk mendspatkan biji kakao ini. Untuk itu, dia mengharapkan pemerintah kembali menggenjot produksi di tingkat petani. 

"Harapannya pemerintah bisa segera menggenjot produksi biji kakao dengan menganggarkan kembali program gerakan nasional (Gernas) peningkatan mutu dan produksi kakao," katanya. 

Selain menggenjot produksi yang membutuhkan waktu, Pieter mengharapkan pemerintah memperlancar keran impor. Dengan kepastian bahan baku, maka pelaku industri olahan optimis dapat memperluas dan memperdalam pasar. 

Sementara itu, mengenai rencana ekspansi industri kakao olahan di Indonesia, dia menjelaskan belum akan terlaksana dalam waktu dekat. Para pengusaha akan berusaha mengoptimalkan kapasitas yang saat ini terpasang karena utilitasnya masih rendah. Bahkan kapasitas termanfaatkan baru 55% dari kemampuan puncak industri.

"Untuk ekspansi belum mungkin karena total kapasitas terpasang pabrik cocoa processing di Indonesia ada 800.000 ton, tetapi hanya jalan 55% dari kapasitas yang ada," katanya. 

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Perekonomian Muzdalifah mengatakan saat ini produksi kakao Indonesia hanya mencapai 400.000 ton. Padahal, 1,7 juta hektare lahan kakao yang ada di Tanah Air seharusnya mampu menghasilkan 1,7 juta ton biji kakao.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kakao
Editor : Ratna Ariyanti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top