Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Blackgold akan Garap PLTU Riau-1

Perusahaan energi multinasional Blackgold Natural Eesources menerima Letter of Intent (LOI) dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) proyek PLTU Riau-1.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 25 Januari 2018  |  00:20 WIB
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan energi multinasional Blackgold Natural Eesources menerima Letter of Intent (LOI) dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mendapatkan Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPA) proyek PLTU Riau-1.

Konsorsium tersebut terdiri dari BlackGold, PT Pembangkitan Jawa-Bali, PT PLN Batubara (PLN BB) dan China Huadian Engineering Co., Ltd. (CHEC). Perusahaan itu akan mengembangkan, membangun, mengoperasikan dan memelihara tambang batu bara mulut berukuran 2 x 300 MW pembangkit listrik Riau-1.

Berdasarkan LOI, Konsorsium akan memasukkan PPA definitif dengan PLN setelah dipenuhinya syarat dan ketentuan tertentu sebagaimana diatur dalam LOI. Setelah diterimanya LOI, konsorsium akan membentuk perusahaan patungan untuk Proyek Riau-1 untuk menyelesaikan sebuah perjanjian offtake tetap jangka panjang dengan anak perusahaan BlackGold, PT Samantaka Batubara untuk memasok batubara ke Proyek Riau-1.

"Ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah perjalanan BlackGold menuju tujuan akhir kami untuk mengamankan Proyek Riau-1. Kita akan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan semua formalitas yang diperlukan menjelang penandatanganan akhir PPA dengan PLN," kata CEO Blackgold Philipp Rickard melalui keterangannya, Rabu (24/1/2018).

Adapun PJB adalah perusahaan pembangkit tenaga listrik yang bertujuan mempromosikan ekonomi Indonesia pengembangan dengan menyediakan pasokan energi berkualitas tinggi, andal dan berkelanjutan. PJB adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh PLN.

PLN BB memberikan dukungan kepada perusahaan induknya, PLN, untuk mendapatkan batubara untuk pembangkit listrik.

Sementara CHEC adalah perusahaan rekayasa tenaga listrik milik negara di China. Bisnis inti CHECmeliputi riset dan pengembangan produk berteknologi tinggi, desain teknik, umum kontrak, serta riset dan layanan teknologi energi. CHEC saat ini terlibat dalam proyek konstruksi, investasi, operasi dan pemeliharaan berbagai proyek pembangkit listrik berlokasi di Indonesia.

Blackgold adalah perusahaan pertambangan batubara yang fokus pada Indonesia yang menargetkan Indonesia dengan pesat. Saat ini, ,Blackgold melalui anak perusahaannya, PT Samantaka Batubara, memiliki konsesi batu bara untuk area seluas 15.000 hektar, dan memiliki lebih dari 500 juta ton sumber daya batu bara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pembangkit listrik
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top