Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi Petrochina Dorong Produksi Naik 5.000 Barel Tahun Ini

Petrochina Internasional Companies menargetkan produksi migas pada 2018 bisa naik sebesar 5.000 barel per hari dari posisi 2017 yang sekitar 100.000 barel per hari.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 10 Januari 2018  |  17:51 WIB
Logo perusahaan migas Petrochina di kantor pusanya di Beijing - Reuters/Kim Kyung/Hoon
Logo perusahaan migas Petrochina di kantor pusanya di Beijing - Reuters/Kim Kyung/Hoon

Bisnis.com, JAKARTA – Petrochina Internasional Companies menargetkan produksi migas pada 2018 bisa naik sebesar 5.000 barel per hari dari posisi 2017 yang sekitar 100.000 barel per hari. Untuk itu, perusahaan asal China itu akan mengaktifkan beberapa blok yang sempat nonaktif.

Presiden Petrochina Gong Bencai mengatakan pihaknya akan kembali mengaktifkan beberapa blok yang sebelumnya sempat nonaktif seperti blok Bangko. Di blok itu terdapat empat sumur tua dengan kapasitas produksi saat ini 7 barel per hari.

“Kami akan work over dalam dua bulan ke depan sehingga ditargetkan bisa berproduksi 600 barel per hari. Selain itu, di Bangko juga ada prospek gas, kami lagi buat POP [put on production] dan POD [plan of development],” ujarnya.

Gong menyebutkan, potensi kapasitas produksi gas di Bangko sekitar 5 juta sampai 10 juta kaki kubik per hari. Untuk itu, pihaknya tengah mencari pembeli gasnya di kalangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kalau GSA [gas sales aggrement] bisa tanda tangan tahun ini, 2019 nanti sudah bisa mulai produksi,” ujarnya.

Dia menuturkan, blok Bangko sempat "tertidur" karena jaraknya jauh dari blok Jabung sehingga agak diabaikan. “Dengan manajemen baru, aset tidur ini mau diaktifkan lagi,” tuturnya.

Vice President Supply Chain Management & Operator Support Petrochina Gusminar mengatakan, selain Bangko, yang akan menambah produksi migas pihaknya adalah blok South Jambi B.

“Soalnya, Conocophillips yang menjadi operator di blok itu tidak tertarik mengembangkan sehingga kami ajukan sebagai operator. Kalau sudah menjadi operator, kami bisa meningkatkan produksi di sana,” ujarnya.

Saat ini, Petrochina menjadi salah satu yang mengelola blok South Jambi B, tetapi bukan selaku operator.

Pada tahun ini, produksi migas Petrochina sekitar 95.000 barel per hari. Adapun, blok migas yang dikelola perusahaan China itu ada sembilan blok antara lain Blok Selat Panjang sebagai nonoperator, Blok Jabung sebagai operator, Blok west Jambi sebagai operator, Blok South Jambi B nonoperator, Blok Bangko sebagai operator, Blok Tuban sebagai nonoperator, Blok Madura sebagai operator, dan Blok Salawati Island serta Basin sebagai nonoperator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petrochina
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top