Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KKP Klaim Alih Profesi Eks Nelayan Lobster Berhasil

Di tengah tuntutan nelayan agar lobster berbobot 100-200 gram boleh ditangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim program alih profesi eks penangkap benih lobster berhasil.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  20:05 WIB
KKP Klaim Alih Profesi Eks Nelayan Lobster Berhasil
benih lobster - kkpnews/kkp.go.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tuntutan nelayan agar lobster berbobot 100-200 gram boleh ditangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengklaim program alih profesi eks penangkap benih lobster berhasil.

Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyampaikan eks nelayan lobster di Nusa Tenggara Barat yang beralih menjadi pembudidaya rumput laut kini bersiap menyambut panen yang diperkirakan mencapai puncak bulan ini.

Di Desa Seriweh dan Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, berhasil dipanen rumput laut sebanyak 150 ton atau sekitar 25%-30% dari perkiraan total panen.

Menurut Slamet, pembudidaya saat ini menjual rumput laut kering Rp16.000-Rp17.000 per kg sehingga mereka mampu meraup pendapatan Rp10 juta-Rp15 juta per orang. Waktu pemeliharaannya pun sangat singkat, yakni hanya 40 hari sehingga dalam setahun panen dapat dilakukan 5-6 kali.

"Tidak boleh demi kesejahteraan, maka mengabaikan keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, usaha budidaya rumput laut bagi masyarakat eks penangkap benih lobster ini tepat secara ekonomi dan ramah secara ekologi,” ujar Slamet dalam siaran pers, Selasa (2/1/2018).

Rundah, pembudidaya rumput laut di Desa Seriweh mengaku sudah menjual 7 kuintal rumput laut kering dengan harga Rp17.000 per kg. Dia berharap dapat menjual 1,2-1,3 ton rumput laut kering pada musim panen kali ini.

"Saya ingin fokus di usaha ini dan semoga menjadi pekerjaan tetap bagi saya,” ujarnya.

rasa terima kasihnya atas dukungan program bagi masyarakat eks-penangkap benih lobster. Melalui usaha budidaya rumput laut ini dia berharap dapat memiliki pekerjaan kembali yang lebih ramah bagi lingkungan. Dia sadar bahwa pekerjaannya yang lama cepat atau lambat dapat merusak lingkungan, khususnya penurunan populasi lobster di alam bahkan menyebabkan kepunahan.

“Kami bersyukur usaha rumput laut bantuan dari KKP ini telah berhasil dipanen. Sudah 7 kuintal saya berhasil menjual rumput laut dan harapan saya setelah dipanen semua bisa dapat 12-13 ton basah atau 1,2 -1,3 ton kering. Dengan harga rumput laut kering sekarang sekitar Rp17.000, saya berharap dapat hasil paling tidak Rp22 juta.

Hingga akhir Desember 2017, di Lombok Timur telah dipanen 600 ton rumput laut basah, di Lombok Tengah 100 ton, dan di Lombok Barat 100 ton. Total 728 paket dukungan usaha budidaya rumput laut yang diluncurkan KKP diharapkan mampu menghasilkan produksi sebanyak 9.100 ton rumput laut basah atau 910 ton rumput laut kering senilai Rp15,5 miliar setiap kali musim panen.

Slamet sebelumnya memberi sinyal tak akan ada perubahan regulasi penangkapan lobster.

"Yang boleh dibudidayakan adalah yang 200 up [di atas 200 gram]. Silakan menangkap lobster [yang besar]. Justru dengan menangkap lobster yang besar, lebih menguntungkan daripada membudidayakan benih," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan budidaya Lobster
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top