Penggilingan Padi Kecil Perlu digandeng

Pemerintah perlu mendorong kerjasama penggilingan padi kecil dan penggilingan padi besar guna meningkatkan mutu beras di pasar.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 19 Desember 2017  |  18:50 WIB
Penggilingan Padi Kecil Perlu digandeng
Penggilingan padi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah perlu mendorong kerjasama penggilingan padi kecil dan penggilingan padi besar guna meningkatkan mutu beras di pasar.

Direktur Pusat Kajian Perberasan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran Ronnie S. Natawidjaja menjelaskan industri penggilingan padi pada umumnya kelebihan kapasitas giling, perebutan bahan baku/gabah tinggi, sehingga mendorong harga gabah terus naik. Sementara, penggilingan padi kecil yang jumlahnya dominan, tetapi kalah dalam banyak hal seperti perebutan bahan baku gabah, modal, teknologi dan efisiensi, kualitas dan pemasaran beras, dibandingkan dengan penggilingan padi besar.

Di Provinsi Jawa Barat misalnya, penggilingan padi kecil sekitar 92,38% dari 33.576 penggilingan padi dengan skala usaha mulai dari besar, sedang, dan kecil. Sementara, skala usaha penggilingan padi sedang sekitar 5,96% dan penggilingan padi besar sekitar 1,65%.

Penggilingan padi kecil umumnya tidak memiliki alat dan mesin yang lengkap sehingga tidak mampu menghasilkan beras premium. Jikapun mampu, biaya produksi beras tinggi.

Penggilingan padi kecil juga menghadapi kehilangan yang tinggi pada hasil gabah/beras ketika tahap pengeringan dan penggilingan, menghasilkan banyak beras pecah, serta rendemen giling rendah.

Ronnie mengingatkan jika kondisi tersebut terus dibiarkan, maka industri beras nasional akan semakin lemah. Ini ditandai dengan dominasi penghasil beras kualitas rendah, sulit menurunkan kehilangan hasil, serta rendahnya insentif meningkatkan rendemen giling.

"Harga dan kualitas beras banyak dipengaruhi oleh kekuatan dalam industri beras yakni penggilingan padi. Semakin lemah industri penggilingan padi akan memperlemah keberadaan industri padi. Ini seterusnya akan berpengaruh pada pendapatan produsen yakni petani, serta keberlanjutan swasembada beras," katanya.

Ronnie mengatakan penggilingan padi besar baru muncul sekitar tahun 2000an ketika banyak konsumen meminta beras dengan kualitas lebih baik. Peluang ini yang kemudian direspon oleh pelaku usaha dengan membangun penggilingan padi besar.

Sejalan dengan itu, penggilingan padi kecil tetap beroperasi. Dengan kemampuan giling terbatas dan mesin tua, maka kualitas beras yang dihasilkan rendah.

"Yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah kualitas beras di pasar agak rendah, kurang bagus. Kualitas bagus hanya dihasilkan oleh penggilingan padi besar. Sehingga bagaimana meningkatkan kualitas beras yang ada di pasar tanpa harus mengabaikan yang penggilingan padi kecil. Karena bagaimanapun ini menjadi sumber penghasilan masyarakat," imbuhnya.
Oleh karena itu, katanya, perlu didorong kerjasama saling menguntungkan antara penggilingan beras besar dan penggilingan padi kecil. Skema kerjasama ini misalnya, antara penggilingan padi kecil yang menghasilkan beras pecah kulit dengan penggilingan padi besar yang menghasilkan beras putih ke konsumen.

"Penggilingan padi besar dapat membeli beras pecah kulit ke penggilingan padi kecil, sehingga mempercepat proses produksi. Penggilingan padi besar tidak perlu mencari gabah di petani. Biarkan penggilingan padi kecil yang mencari gabah di petani," imbuhnya.

Melalui kerjasama ini, dia meyakini kualitas beras yang beredar di pasar akan meningkat. Ronnie kini tengah menyiapkan proyek percontohan di Indramayu dan Subang.

Di Indramayu, kerjasama penggilingan padi besar dan penggilingan padi kecil telah terjalin, tetapi hanya ketika musim puncak panen. Lokasinya yang jauh dari Pasar Induk Beras Cipinang membuat pengiriman beras minimal 10 ton, yang hanya dapat dilakukan oleh penggilingan padi besar.

Sedangkan di Subang, lokasinya yang lebih dekat dengan Pasar Induk Beras Cipinang, sehingga memungkinkan penggilingan padi kecil maupun sedang dapat mengirim beras dengan kapasitas pengangkutan 5 ton. Dengan kondisi tersebut, dorongan untuk kerjasama dengan penggilingan padi besar lebih kecil.

"Jika proyek percontohan ini jalan, artinya dapat diterapkan dimana saja," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
padi, penggilingan padi

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top