Mega-Hub JNE Akan Pakai Mesin Otomatis

Gudang raksasa atau mega-hub PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) akan menggunakan mesin sortir otomatis.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 14 Desember 2017  |  18:58 WIB
Mega-Hub JNE Akan Pakai Mesin Otomatis
Karyawati PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mendata paket kiriman. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gudang raksasa atau mega-hub PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) akan menggunakan mesin sortir otomatis.

Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi mengatakan pihaknya tengah bernegosiasi dengan vendor untuk otomatisasi di mega-hub tersebut.

"Kalkulasi [nilai investasi] belum keluar karena masih bicara dengan vendor untuk otomatisasinya," katanya kepada Bisnis, Rabu(13/12/2017).

Namun, dia memastikan mega hub yang rencananya dibangun di Tangerang, Banten, tersebut akan beroperasi pada 2019. Pembangunannya dimulai tahun depan.

Otomatisasi dianggap perlu sebagai konsekuensi dari kebutuhan pengiriman e-commerce yang menuntut kecepatan. Feriadi mengatakan ke depannya tak ada lagi pekerjaan yang sifatnya manual. Semuanya dikerjakan secara otomatis agar pengiriman semakin cepat dan smooth.

Apalagi porsi pengiriman e-commerce semakin hari semakin meningkat. Saat ini perbandingan bisnis pengiriman JNE adalah 70% retail dan 30% korporasi. Separuh dari transaksi retail berasal dari e-commerce.

Saat ini JNE dapat menangani pengiriman hingga 16 juta kiriman dalam sebulan atau rata-rata sekitar 600.000 paket per hari. Tahun sebelumnya volume pengiriman JNE mencapai 12 juta kiriman per bulan.

Jumlah gudang besar yang dimiliki ada 10 unit, sementara total gudang operasional JNE ada 58 unit. Selain rencana pembangunan mega hub di Cengkareng, JNE juga membuka gudang baru di Bogor sebagai upaya penguatan jalur distribusi di Jabodetabek.

Feriadi optimistis bisnis pengiriman ekspres dan logistik tahun ini dapat tumbuh hingga 25% yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan e-commerce.

Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi mencapai $130 miliar. Jika 13% dari total nilai tersebut digunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman barang, maka market size-nya sekitar $6,5 miliar atau sekitar Rp219,7 triliun.

Berdasarkan riset yang dilakukan iDEA dan Taylor Nelson Sofres, nilai tersebut meningkat 5,7 kali lipat dari perdagangan 2016 lalu yang sebesar $22,6 miliar.

JNE juga berencana masuk ke pasar e-commerce di Indonesia bagian timur dengan membuka beberapa kantor cabang di sana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jasa kurir

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top