Pemilik Barang Muatan Berlebih Disarankan Manfaatkan Angkutan Feri

Pemilik barang disarankan memanfaatkan angkutan feri jarak jauh yang telah disubsidi pemerintah Rp5 miliar pada 2017 dan Rp30 miliar pada 2018 jika ingin membawa muatan berlebih.
Yudi Supriyanto | 11 Desember 2017 19:32 WIB
Truk di kendaraan jembatan timbang di Kediri, Jawa Timur. - Antara/Asmaul Chusna

Bisnis.com, JAKARTA - Akademisi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menyarankan pemilik barang memanfaatkan angkutan feri jarak jauh yang telah disubsidi pemerintah Rp5 miliar pada 2017 dan Rp30 miliar pada 2018 jika ingin membawa muatan berlebih.

“Sudah tersedia kapal ro-ro subsidi sebagai alternatif. 2017 disubsidi Rp5 miliar, 2018 rencana Rp30 miliar,” kata Djoko, Senin (11/12/2017).

Dia mengemukakan hal itu ketika diminta pendapatnya tentang rencana Kementerian Perhubungan yang berjanji bertindak tegas akan menurunkan muatan berlebih truk angkutan barang saat berada di jembatan timbang.

Dengan adanya rencana tindakan tegas tersebut, menurut Djoko, angkutan barang truk lebih baik menggunakan moda transportasi berbasis laut daripada harus kena tilang dan barang yang dibawa diturunkan.

Terkait dengan barang berlebih, dia menilai pemerintah sebaiknya tidak perlu mengalokasikan anggaran untuk menurunkan barang-barang tersebut. Pemerintah, lanjutnya bisa membebankannya kepada perusahaan transporter yang membawa barang berlebih.

Sementara itu, lanjutnya, pemerintah bisa menetapkan tarif batas atas dan bawah untuk angkutan barang truk berdasarkan komoditas yang diangkut guna menghindari adanya peningkatan tarif pada konsumen ketika perusahaan transporter terkena sanksi karena membawa barang berlebih.

Dia menilai kondisi tersebut dapat membuat perusahaan-perusahaan transporter enggan mengangkut barang-barang bermuatan lebih mengingat saat ini pemilik barang tidak bisa dikenai sanksi jika barang-barang yang dimiliki kedapatan overload.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan timbang

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top