Setahun Penerapan SVLK, Ekspor Kayu ke Eropa Naik 17%

Ekspor produk kayu Indonesia ke Uni Eropa meningkat sekitar 17% dalam setahun sejak pelaksanaan sistem verifikasi legalitas kayu.
Sri Mas Sari | 30 November 2017 22:36 WIB
Bisnis.com, JAKARTA -- Ekspor produk kayu Indonesia ke Uni Eropa meningkat sekitar 17% dalam setahun sejak pelaksanaan sistem verifikasi legalitas kayu. 
 
Berdasarkan sistem informasi legalitas kayu (SILK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat nilai ekspor produk kayu ke Benua Biru sejak Januari hingga 15 November 2017 lebih dari US$1 miliar, dibandingkan dengan ekspor periode sama tahun lalu yang hanya US$852 juta. 
 
"Kami harapkan ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap SVLK oleh pasar dunia di luar Uni Eropa," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Lisensi FLEGT, Kamis (30/11/2017).
 
Dia memaparkan pembalakan liar atas hutan Indonesia telah berlangsung selama beberapa dekade yang menyebabkan degradasi serius dan kerusakan ekonomi sosial masyarakat. 
 
Meskipun penegakan hukum dan perbaikan tata kelola hutan dilakukan, areal hutan yang luas membuat masalah terakumulasi. SVLK, kata Siti, menjadi salah satu instrumen sistematis untuk memerangi pembalakan liar dan deforestasi yang sistemik. 
 
Setelah perjuangan panjang, Indonesia akhirnya menjadi negara pertama di dunia yang berhak menerbitkan lisensi Forest Law, Enforcement, Governance, and Trande (FLEGT) pada SVLK.
 
Dengan lisensi itu, produk kayu asal Indonesia tidak perlu melewati uji tuntas (due diligence) saat masuk Eropa. 
 
"Kepada mitra negara sahabat, importis kayu Indonesia, sampaikan kebijakan pemerintah Indonesia yang hanya akan suplai dunia dengan produk kayu legal," kata Siti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
svlk

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top