Produksi Rumput Laut Sumba Timur Diharapkan Melompat 70%

Produksi rumput laut Sumba Timur diharapkan melompat sekitar 70% setelah pemerintah menggulirkan bantuan sarana budidaya kepada salah satu sentra kelautan dan perikanan terpadu itu.
Sri Mas Sari | 29 November 2017 21:01 WIB
Pekerja memanen rumput laut Glacilaria Sp di tambak desa Pabean udik, Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/4). - Antara/Dedhez Anggara

Bisnis.com, JAKARTA -- Produksi rumput laut Sumba Timur diharapkan melompat sekitar 70% setelah pemerintah menggulirkan bantuan sarana budidaya kepada salah satu sentra kelautan dan perikanan terpadu itu.

Pada 2016, produksi rumput laut di Sumba Timur mencapai 3.301 ton rumput laut kering per tahun atau 26.408 ton rumput laut basah. Setelah penyaluran bantuan tahun ini, diharapkan produksi rumput laut bertambah sebanyak 2.250 ton rumput laut kering atau mencapai 5.551 ton rumput laut kering per tahun.

Ditjen Perikanan Budidaya tahun ini menyerahkan bantuan sarana budidaya rumput laut sebanyak 100 paket, 75 paket kebun bibit rumput laut, 10 paket rumah ikat, 100 paket para-para, 100 unit perahu fiber, dengan sasaran penerima bantuan pembudidaya rumput laut di Kecamatan Rindi, Pahunga Lodu, dan Wula Waijelu.

"Kabupaten Sumba Timur dipilih karena memiliki potensi kawasan perikanan yang besar, baik di bidang perikanan tangkap maupun perikanan budidaya,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto, Rabu (29/11/2017).

Dari keseluruhan potensi budidaya rumput laut di Sumba Timur, pemanfaatan per akhir 2016 baru 352,9 ha atau hanya 5,9%. Artinya, masih ada 5.944,3 ha area potensial yang bisa dimanfaatkan untuk budidaya rumput laut.

Guna mengantisipasi peningkatan produksi rumput laut di Sumba Timur, DJPB tahun ini juga membangun gudang rumput laut, lantai jemur, dan pagar, guna mendukung proses pascapanen.

Pembangunan SKPT di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diyakini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah perbatasan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rumput laut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top