Ketemu Wapres China, Jusuf Kalla: Investasi Anda Bagus, Cuma Jangan Terlalu Banyak Bawa Tenaga Kerja

Pemerintah China sepakat untuk lebih mengembangkan tenaga kerja lokal dalam berbagai proyek investasi yang dikerjakan Negeri Tirai Bambu tersebut di Indonesia.
Irene Agustine | 27 November 2017 14:26 WIB
/jibiphoto -

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah China sepakat untuk lebih mengembangkan tenaga kerja lokal dalam berbagai proyek investasi yang dikerjakan Negeri Tirai Bambu tersebut di Indonesia.

Hal tersebut merupakan salah satu topik yang dibicarakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri China Y.M Liu Yandong.

Wapres mengatakan selama ini investasi China ke Indonesia sangat positif, namun dia menyayangkan beberapa temuan perihal banyaknya tenaga kerja dari negara tersebut yang diangkut ke Indonesia.

"Saya katakan tadi investasi Anda bagus, cuma jangan terlalu banyak bawa tenaga kerja. Dia setuju untuk terlebih dahulu melatih tenaga kerja baik di sini maupun di Tiongkok, tenaga kerja kita," kata Wapres JK, usai pertemuan, Senin (27/11/2017).

Nantinya, Wapres mengatakan pemerintah China sepakat untuk melakukan pelatihan terlebih dahulu kepada tenaga kerja asal Indonesia sebelum dipekerjakan dalam berbagai proyek.

"Belajar dari pengalaman masa lalu, sekarang kan kalau ada investasi Tiongkok itu ribuan dia bawa [tenaga kerja asing]," kata Wapres.

Dia melanjutkan, "Saya bilang jangan begitu. harus dilatih dulu. Bisa dilatih di Indonesia, bisa dilatih di China tenaga kerja kita. Dan dia setuju menggunakan tahap-tahap itu."

Data Kementerian Luar Negeri mencatat investasi China ke Indonesia sampai kuartal III/2017 mencapai US$2,73 miliar. Capaian tersebut meningkat 80% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan bahwa kunjungan Wakil PM tersebut merupakan rangkaian konsultasi rutin yang dilakukan dua negara. Dalam kunjungan kali ini, topik yang ditekankan yaitu perihal penguatan kerja sama sosial dan budaya.

"Tahun ini ada tujuh MOU yang ditandatangani, seperti di bidang riset, iptek, techno park, kemudian  pendidikan, tentunya kesehatan, pemuda dan lain-lain," jelas Retno.

Selain konsultasi penguatan kerja sama di bidang sosial budaya, kunjungan Wakil PM China ke Indonesia juga dalam rangka menghadiri konferensi tentang populasi kependudukan di Solo, Jawa Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, tenaga kerja

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top