Pola Subsidi dan Trayek Tol Laut Bakal Diubah

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bakal mengubah pola subsidi dan pola trayek pada program Tol Laut mulai tahun depan. Hal ini dilakukan agar program Tol Laut bisa berjalan lebih efektif di tahun keempat pelaksanaan.
Rivki Maulana | 22 November 2017 14:59 WIB
Ilustrasi kapal yang termasuk program tol laut - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bakal mengubah pola subsidi dan pola trayek pada program Tol Laut mulai tahun depan. Tujuannya agar program Tol Laut bisa berjalan lebih efektif di tahun keempat pelaksanaannya.

Direktur Lalulintas & Angkutan Laut, Dwi Budi Sutrisno mengatakan pola trayek akan diubah dengan pelabuhan hub-spoke. Dia menambakan, evalusai dilakukan agar Kemenhub sebagia penyelenggara program mendapat informasi dan gambaran terkait efektivitas Tol Laut. "Hasilnya akan menjadi pedoman dalam menyusun strategi ke depan agar lebih efektif dan efisien sehingga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," jelasnya, Rabu (22/11/2017)

Guna menampung masukan dari pemangku kepentingan, Kemenhub menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Membangun Etika dan Wawasan Kebangsaan sebagai Dasar Penyelenggaraan Tol Laut 2018" di Surabaya, Rabu (22/11/2017). Kegiatan ini diharapkan bisa merumuskan solusi terhadap permasalah yang muncul dalam pelaksaan Tol Laut.

Menurut Dwi Budi, pihaknya bakal melakukan evaluasi trayek Tol Laut berdasarkan kinerja rata-rata muat atau load factor kapal. Tahun depan, trayek yang saat ini beroperasi akan diubah sesuai dengan hasil evaluasi. Nantinya, trayek Tol Laut akan menjadi 15 trayek dari jumlah trayek tahun ini sebanyak 13. Anggaran untuk program Tol Laut pun bakal dinaikkan 33% menjadi Rp447 miliar

Sekadar mengingatkan, program Tol Laut diulai pada November 2015 dengan tiga trayek perdana. Adapun hingga tahun ketiga pelaksaan, Tol Laut melayani 13 trayek di mana tujuh trayek ditugaskan kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) dan enam proyek dilaksanakan oleh perusahaan swasta lewat proses lelang.

Dari data yang diperoleh dari Ditjen Hubla per Oktober 2017, Bisnis.com mencatat ada empat trayek yang menuai hasil minim karena rata-rata muatan di bawah 50%. Keempat trayek itu yakni T6, T7, T8, dan T9. Adapun T1, T4, T11, dan T5 menjadi trayek yang mencetak rata-rata muatan 50%-99%. Selebihnya yakni trayek T13, T2, T3 mencetak rata-rata muatan di atas 100%.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Laut

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top