Indonesia Power Gandeng Adaro

Anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indonesia Power akan menggandeng PT Adaro Energy Tbk. untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di mulut tambang di Kalimantan Timur.
Gemal AN Panggabean | 22 November 2017 20:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Indonesia Power akan menggandeng PT Adaro Energy Tbk. untuk mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di mulut tambang di Kalimantan Timur.

Indonesia Power akan mengelola PLTU Kaltim 5 2X100 megawatt (MW) berdasarkan penunjukan langsung oleh PLN.

Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengatakan, Indonesia Power memiliki porsi saham 51%, sedangkan Adaro memiliki porsi saham 49%. Menurutnya, nilai investasi proyek tersebut sekitar US$180 juta.

“Kami [Indonesia Power] sedang mengajukan pengusulan perusahaan mitra kepada induk perusahaan, yaitu PLN. Kami akan bekerja sama dengan Adaro,” katanya, Rabu (22/11).

Dia mengatakan, pihaknya tengah menyelesaikan tahapan-tahapan untuk segera melakuakan penandatanganan jual beli listrik kepada PLN. Harga jual listrik dari independent power producer (IPP) atau pengembang maksimal 75% dari biaya pokok produksi (BPP) PLN setempat. 

Hal ini dikarenakan harga bahan bakar PLTU mulut tambang lebih murah dibandingkan PLTU lain.  Harga PLTU mulut tambang akan menggunakan skema cost plus margin.

Sripeni menjelaskan lokasi PLTU tersebut berada di salah satu wilayah pertambangan milik Adaro. Pembangkit tersebut akan memanfaatkan wilayah tambang yang tidak mampu mengeskpor batu baranya.

“Ada lokasi tambang milik Adaro yang tidak bisa mengekspor batu bara karena kalorinya tidak sesuai. Jadi, kami akan memanfaatkan itu untuk bahan bakar PLTU Kaltim.”

Tag : pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top