Karangasem Pulihkan Kunjungan Wisatawan Gunakan Medsos

Para pelaku usaha pariwisata di Karangasem, Bali, melakukan pemulihan kunjungan wisman dengan mengontak jaringan di luar negeri menggunakan aplikasi perpesanan dan media sosial.
Ema Sukarelawanto | 20 November 2017 21:02 WIB
Gunung Agung di Karangasem, Bali, saat masih berstatus awas. - Reuters

Bisnis.com, DENPASAR - Para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Karangasem, Bali, melakukan pemulihan kunjungan wisman dengan mengontak jaringan di luar negeri menggunakan aplikasi perpesanan dan media sosial (medsos).

Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem Wayan Tama mengatakan telah mendorong pelaku wisata untuk melakukan cara yang cepat dan efektif, terutama untuk mengejar kesempatan mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya pada akhir tahun.

“Para pengelola hotel dan destinasi wisata juga aktif meminta testimoni dari wisatawan asing yang ada di Karangasem untuk disebarkan melalui Twitter, Instagram, dan Facebook,” ungkapnya pada Senin (20/11/2017).

Menurut Tama, semua upaya dilakukan untuk menebus kehilangan pendapatan selama status awas Gunung Agung sekitar 5 pekan pada Oktober lalu. Dia yakin dengan cara-cara kekinian tersebut sedikit demi sedikit hasilnya mulai dirasakan, respons mitra bisnis di luar negeri juga mulai terlihat.

Menurut dia, selama status awas telah kehilangan sekitar 3.000 room night dan jika diakumulasikan dengan transportasi dan pembelanjaan lain, usaha wisata di Karangasem kehilangan sekitar Rp4,5 miliar.

Tama menjelaskan pascapencabutan status awas Gunung Agung akhir Oktober sejumlah destinasi wisata telah dibuka kembali. Kini kawasan rawan bencana meliputi radius 7,5 kilometer dari kawah gunung.

Tempat ibadah terbesar yakni Pura Besakih telah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan, begitu pula lokasi penyelaman di Pantai Tulamben. “Kami langsung telah menginformasikan hal ini kepada kolega dan sejauh ini responsnya positif. Kami yakin libur Natal dan Tahun Baru kembali normal.”

Destinasi wisata lain yang tak kalah menarik, lanjut Tama, seperti Pantai Amed, Candidasa, dan desa wisata Sidemen serta Mahagiri yang memiliki pemandangan Gunung Agung juga menjadi bagian dari informasi yang disebarkan kembali melalui network para pengusaha wisata.

Kini Karangasem yang memiliki 213 hotel yang terdiri 6 hotel berbintang dan 201 hotel nonbintang dengan total 1.360 kamar berkapasitas 5.047 orang terus berbenah untuk menyambut kedatangan tamu libur Natal dan Tahun Baru.

Ketua Kadin Kabupaten Karangasem Ida Wayan Cakra Wedha Kusuma mengatakan para pengusaha saling bersinergi dan melakukan daya upaya untuk memulihkan kembali kondisi perekonomian wilayah tersebut.

Dia mengatakan bulan lalu omzet pengusaha di ‘kabupaten lahar’ itu anjlok 90% dan kini berusaha mengerjakan apa yang bisa dilakukan agar kerugian tidak semakin menumpuk. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bali, gunung agung

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top