Dirut Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes Setiyadi Jadi Ketua Umum IISIA

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (the Indonesian Iron and Steel Industries Association/IISIA) periode 20172021.
N. Nuriman Jayabuana | 16 November 2017 17:09 WIB
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (the Indonesian Iron and Steel Industries Association/IISIA) periode 2017—2021.

Penunjukkan Mas Wigrantoro, sebagai Ketua Umum, merupakan salah satu hasil keputusan Musyawarah Nasional IISIA yang diselenggarakan di Jakarta, kemarin.

Gelaran tersebut juga menetapkan Ismail Mandry dan Jamaludin sebagai sebagai Wakil Ketua Umum IISIA. Di samping itu, forum yang sama kembali menetapkan Hidayat Triseputro sebagai Direktur Eksekutif.

Pergantian susunan kepengurusan IISIA periode 2017—2021 tersebut turut dihadiri Dirjen Industri Logam Mesin Alat  Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri, Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sayid Muhadhar, dan Kepala Kajian Makro LPEM Universitas Indonesia Febrio Kacaribu.

Pria yang kerap disapa Mas Wig tersebut menyatakan proyeksi permintaan baja di dalam negeri bakal meningkat signifikan di atas proyeksi pertumbuhan ekonomi. Terlebih, permintaan baja pada seluruh seluruh negara di Asean rata-rata mengalami pertumbuhan di atas 2 digit pada tahun lalu.“Pada tahun lalu, konsumsi baja di Indonesia meningkat signifikan,” ujarnya dalam keterangan pers.

Permintaan terhadap finished steel pada tahun lalu tercatat sebanyak 12,67 juta ton, atau meningkat 11% dibanding tahun sebelumnya.

Dirjen Industri Logam Mesin Alat  Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menyatakan salah satu tantangan bagi industri baja merupakan adalah ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan domestik.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IISIA Hidayat Triseputro menyatakan  peluang untuk mengembangan industri baja di dalam negeri masih begitu besar karena konsumsi baja perkapita di Indonesia masih sangat rendah yaitu 49 kilogram pada tahun lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
baja

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top