Organda: Pembatasan Truk Masa Natal Lebih Baik Buka Tutup

Organda menilai pembatasan operasional terhadap angkutan barang trukpada masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 lebih baik menggunakan sistem buka tutup.
Yudi Supriyanto | 15 November 2017 20:52 WIB
Kepadatan di jalan tol Jakarta-Cikampek di antaranya disesaki bus, truk, dan kontainer. - Antara/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA - Organda menilai pembatasan operasional terhadap angkutan barang truk dengan sumbu tiga atau lebih pada masa angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 lebih baik menggunakan sistem buka dan tutup dibandingkan dengan melarang truk beroperasi secara penuh.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Organda Ateng Aryono mengatakan distribusi barang dapat tetap berjalan jika pemerintah memberlakukan sistem buka dan tutup pada masa angkutan Natal 2017 dan 2018.

“Kalau khusus Nataru [Natal dan Tahun Baru], rasanya macetnya juga tidak parah, namun begitu jika diatur semestinya sistem buka tutup lebih diharapkan, daripada diberhentikan sama sekali,” ungkapnya kepada Bisnis pada Rabu (15/11/2017).

Dia menambahkan sistem buka dan tutup terhadap angkutan barang truk pada masa Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 dilakukan dengan memperhatikan kondisi jalanan. Angkutan barang truk, lanjutnya diperbolehkan untuk melintas ketika kondisi di lapangan tidak macet.

Ateng menuturkan sistem buka dan tutup terhadap angkutan barang truk masih tetap membuat jangka waktu antara pesanan pelanggan dan pengiriman produk akhir (lead time) menjadi lebih panjang.

Kondisi tersebut tentu tetap akan membuat biaya operasional pengiriman barang meningkat, mengingat lalu lintas kendaraan pribadi tidak dapat diprediksi dengan akurat.

Sementara jika angkutan barang truk benar-benar diberhentikan, dia mengatakan akan menambah inventory di awal sebelum produksi atau pengiriman. Kondisi tersebut akan menambah beban biaya inventory.

Dia mengatakan salah satu industri yang akan menanggung beban biaya tinggi akibat memerlukan inventory yang lebih tinggi adalah industri consumer goods.

Pembatasan operasional angkutan barang truk menggunakan jalan-jalan tertentu merupakan langkah terbalik mengingat jalan dan jaringan jalan dibuat agar arus logistik dapat berjalan dengan lancar.

“Inilah terbalik-baliknya dunia kita. Jalan dan jaringan jalan itu sesungguhnya direncanakan untuk kelancaran arus logistik. Cuma saja, setiap kali logistik yang dikalahkan, bukan?” katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
truk

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup