Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Uber Setujui Tawaran Investasi SoftBank

Uber Technologies Inc. menyetujui tawaran SoftBank Group Corp. untuk membeli saham bernilai miliaran dolar AS pada perusahaan jaringan transportasi asal Amerika Serikat (AS) tersebut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 November 2017  |  07:59 WIB
Uber Setujui Tawaran Investasi SoftBank
Taksi Uber - rudebaguette.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Uber Technologies Inc. menyetujui tawaran SoftBank Group Corp. untuk membeli saham bernilai miliaran dolar AS pada perusahaan jaringan transportasi asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Jika proses akuisisi berjalan lancar, transaksi itu akan menjadi salah satu kesepakatan terbesar yang pernah dilakukan terhadap startup swasta.

“Kami telah menandatangani kesepakatan dengan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh SoftBank dan Dragoneer mengenai potensi investasi,” terang pihak Uber dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (13/11/2017).

“Kami percaya bahwa kesepakatan ini adalah suara kepercayaan yang kuat terhadap potensi jangka panjang Uber. Setelah final, ini akan membantu mendorong investasi teknologi dan ekspansi berkesinambungan kami di dalam dan luar negeri, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan kami,” lanjutnya.

Kesepakatan tersebut memungkinkan SoftBank dan perusahaan lainnya menginvestasikan hingga US$1 miliar pada Uber dan berlanjut dengan penawaran tender dalam beberapa pekan ke depan untuk membeli saham senilai hingga US$9 miliar dari investor yang ada.

Kesepakatan itu dapat gagal jika tidak ada cukup banyak penjual yang berminat. Hal yang tercakup dalam kesepakatan itu juga terkait dengan perubahan tata kelola perusahaan Uber.

Menurut sumber terkait, kondisi-kondisi yang disebut dalam kesepakatan telah dinegosiasikan selama beberapa pekan. Investor dari TPG, Tiger Global, DST Global, dan perusahaan asal China Tencent Holdings Ltd juga dapat membeli saham Uber sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, firma modal ventura Benchmark setuju untuk menunda pengajuan tuntutan hukum terhadap pendiri Uber Travis Kalanick saat investasi SoftBank dan reformasi tata kelola perusahaan dimulai.

Transaksi tersebut dapat membuat Kalanick menjadi cash billionaire jika dia memutuskan untuk menjual sebagian besar sahamnya di perusahaan itu. Kesepakatan itu juga bisa menjadi penjualan saham terbesar yang pernah ada.

Kesepakatan tersebut membuat Uber selangkah lebih dekat untuk mengatasi rintangan besar seiring upayanya mencoba mengatasi serangkaian skandal, seperti pergolakan kepemimpinan dan hengkangnya sejumlah pejabat eksekutif.

Investasi SoftBank, raksasa teknologi asal Jepang, dinilai bisa membantu Uber mencetak kesepakatan dengan pesaingnya di India atau Asia Tenggara. SoftBank sendiri adalah investor utama di Ola dan Grab, saingan Uber di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

softbank taksi uber
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top