AkzoNobel Powder Coatings Incar Pertumbuhan 12% Tahun Ini

AkzoNobel Powder Coatings optimistis target pertumbuhan penjualan pada 2017 sebesar 12% dapat tercapai berkat permintaan yang tinggi dari pembangunan gedung bertingkat.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 23 Agustus 2017 21:26 WIB
Pekerja membangun konstruksi gedung bertingkat di kawasan Daan Mogot, Tangerang, Kamis (3/8). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—AkzoNobel Powder Coatings optimistis target pertumbuhan penjualan pada 2017 sebesar 12% dapat tercapai berkat permintaan yang tinggi dari pembangunan gedung bertingkat.

Alan Alex, Business Director South Asia AkzoNobel Powder Coatings, menyampaikan rasa optimistis tersebut berdasarkan dari pertumbuhan penjualan semester I/2017 yang menorehkan kenaikan penjualan sebanyak 10% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Perusahaan memasarkan powder coating atau pelapis serbuk dengan merek Interpon.

"Paruh pertama lalu mendapat kenaikan 10% sales dibandingkan dengan 2016. Adapun pada semester II/2017 targetnya dapat meraih kembali 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Alan, Rabu (23/8).

Menurutnya, salah satu pemicu terjadinya pertumbuhan pada semester lalu adalah peningkatan jumlah kebutuhan powder coatings , terutama industri otomotif dan bidang arsitektur. "Pertumbuhan building tahun ini meningkat dengan berbagai proyek pembangunan gedung oleh BUMN dan swasta, kami mendapatkan sebagian proyek tersebut," ujarnya.

Selain itu, peningkatan permintaan akan terjadi sepanjang tahun karena produsen cat asal Belanda ini telah bekerja sama dengan pemasok komponen manufaktur otomotif. AkzoNobel Powder Coatings tidak mengerjakan pengecatan bodi luar mobil seperti yang dilakukan oleh PT. Akzo Nobel Car Refinishes Indonesia.

"Kami bergerak di sektor otomotif untuk memenuhi pemasok komponen industri tersebut. Bubuk pelapis tersebut digunakan hanya untuk beberapa part dari mobil," katanya.

Dia menjelaskam AkzoNobel Powder Coatings diuntungkan karena berbisnis secara segmentif di sektor bubuk pelapis sehingga penjualannya tidak terlalu menurun seperti cat dekoratif perumahan.

"Secara global, market share kami di bubuk pelapis mencapai 18%. Angka tersebut akan terus bertambah terutama dengan pangsa pasar di Asia Selatan dengan populasi yang selalu meningkat," katanya.

Tag : pelapis serbuk
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top