PI Energi Akan Operasikan PLTU Mamuju

PT Pupuk Indonesia Energi anak perusahaan PT Pupuk Indonesia akan mengakuisisi 51% saham kepemilikan PT Rekind Daya Mamuju untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mamuju, Sulawesi Barat dengan kapasitas 225 megawatt.
Gemal AN Panggabean | 21 Agustus 2017 13:14 WIB
PLTU Rembang dibangun diatas lahan seluas 55 Ha, berada di Desa Leran dan Desa Trahan, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang - pln.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pupuk Indonesia Energi anak perusahaan PT Pupuk Indonesia akan mengakuisisi 51% saham kepemilikan PT Rekind Daya Mamuju untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mamuju, Sulawesi Barat dengan kapasitas 2×25 megawatt.

Keduanya telah menandatangani nota kesepakatan. Selanjutnya, PLTU tersebut akan menjual listrik ke PT PLN (Persero). Pembangkit tersebut akan mendistribusikan listrik untuk kebutuhan industri.

Direktur Utama PI-Energi Tentaminarto Tri Februartono mengatakan aksi korporasi ini merupakan salah satu aksi korporasi yang dinilai strategis.

 “Semua aksi korporasi kita lakukan untuk kemandirian sekaligus kedaulatan energi nasional serta untuk mendukung bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya,” katanya, Jumat (18/8).

Menurutnya, selain untuk kemandirian dan kedaulatan energi nasional, akuisisi juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Peningkatan daya saing menurutnya dilakukan dengan mengupayakan efisiensi biaya produksi pupuk oleh BUMN pupuk melalui penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan penghematan bahan baku serta energi.

Meski demikian, Tenta belum bisa merinci nilai dari hasil akuisisi tersebut. Keduanya akan menentukan berapa nilai akuisisi tersenut dalam waktu dekat. Harapannya awal tahun depan proses akuisisi secara resmi bisa dilakukan.

PLTU MAmuju 2x25 MW itu akan membutuhkan batubara 6,62 ton per jam dan itu berarti membutuhkan 159 ton perhari kemudian sekitar 4.766 ton per bulan. Apabila PLTU tersebut beroperasi selama dua tahun, maka pasokan batu bara yang dibutuhkan mencapai 1,43 juta ton.

Sejauh ini, PLTU tersebut akan mendapatkan pasokan batubara dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.  Namun, pemerintah setempat menyarankan agar PLTU tersebut mengambil pasokan batu bara dari kabupaten setempat.

Proses konstruksi pembangkit tersebut kini sudah mencapai 97% dan akan mulai beroperasi pertama pada akhir September mendatang.

Direktur Operasional PI-Energi Kuntari mengatakan, tahun depan, Pupuk Indonesia Energi akan mengembangkan pembangkit listrik baru di dua daerah yakni untuk memenuhi kebutuhan PT pupuk Iskandar Muda di Aceh, dan PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat.

Untuk pembangkit listrik di Aceh, PI-Energi berencana membangun dengan kapasitas 20-30 MW. "Kami masih pelajari apakah PLTU atau PLTG," katanya.

PI memiliki PLTU di Bontang, yaitu PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) dengan kasitas 35 mw dengan pasokan 156 ton per hour.

PI-Energi merupakan anak usaha Pupuk Indonesia yang berusia tiga tahun. Perusahaan ini resmi didirikan pada 18 Agustus 2014.  PI-Energi mencatatkan nilai aset yang semula sebesar Rp100 miliar kini telah menyentuh Rp1,4 triliun.

Tag : pltu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top