Integrasi Angkutan Antarkota, BPTJ Kerjasama Dengan Moovit

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek bekerjasama dengan aplikasi Moovit untuk mengintegrasikan angkutan antarkota
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 26 Juni 2017 16:45 WIB
Stasiun Palmerah. - .Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek bekerjasama dengan aplikasi Moovit untuk mengintegrasikan angkutan antarkota.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan Moovit adalah salah satu solusi BPTJ untuk bisa mengintegrasikan angkutan dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

"BPTJ akan mensinergikan moda-moda salah satu jawabannya dengan aplikasi Moovit melayani moda satu dengan moda lain. Kita sedang bekerja keras karena target kami sejak 2009 lalu moda share 45%," jelas Bambang di Stasiun Palmerah, Senin (26/6/2017).

Dia mengatakan saat ini moda share masih berada di bawah 20%. Maka dengan adanya aplikasi Moovit akan mempercepat pencapaian target pemerintah. Bambang juga berharap agar Moovit bisa membantu BPTJ membangun trayek-trayek baru yang lebih efektif.

Teguh Trianung, Direktur Moovit Indonesia mengatakan, Moovit sudah beroperasi di 75 negara. Indonesia adalah negara ke 65 yang bergabung.

"Sudah ada 1300 kota dimana Moovit beroperasi secara optimal," ujarnya.

Dia memprediksi ada sekitaf 75 juta pengguna Moovit di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Moovit beroperasi di 11 kota.

Moovit telah memiliki database akurat dari BPTJ untuk membantu pengguna memakai aplikasi ini dan mengefisiensi waktu perjalanan mereka.

Tag : macet
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top