Berangkatkan Kapal Over Kapasitas, Kemenhub Nonaktifkan Kepala KSOP Kelas V Kalianget

Kementerian Perhubungan menonaktifkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget, Madura akibat mengabaikan keselamatan pelayaran kapal
Yudi Supriyanto | 23 Juni 2017 09:20 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan menonaktifkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Kalianget, Madura akibat mengabaikan keselamatan pelayaran kapal.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub A. Tonny Budiono mengatakan, pihaknya menonaktifkan Kepala KSOP V Kalianget, Madura Moch Ikhsan, dan berlaku efektif pada 22 Juni 2017.

Sementara itu, pihaknya telah menunjuk Kasubag Kepegawaian, Umum dan Humas Kantor Kesyahbandaran Tanjung Perak Ferry Agus Satrio sebagai Pelaksana Tugas Kepala KSOP Kalianget untuk efektivitas pelaksanaan tugas kantor KSOP Kalianget.

"Sesuai arahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, kita tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran aturan keselamatan," tegas Tonny dalam menyikapi peristiwa pelayaran kapal Dharma Bahari Sumekar yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas angkut kapal, Jakarta, Jumat (23/6/2017).

Dia mengungkapkan, KSOP V Kalianget telah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dishub Kota Kalianget, Dishub Propinsi Jawa Timur, Kapolsek Kalianget, Danramil Kalianget, dan Polres Kalianget sebelum memberangkatkan kapal Dharma Bahari Sumekar yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas angkut kapal.

Meskipun begitu, dia menegaskan, pihaknya tidak akan berkompromi terkait dengan peraturan keselamatan pelayaran.

Oleh karena itu, pihaknya tetap memberikan sanksi kepada Kepala Unit Pelaksana Teknis karena tidak mengikuti peraturan yang berlaku - terutama dalam rangka perwujudan keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Semoga kejadian kelebihan penumpang ini akan menjadi perhatian untuk semua Kepala UPT agar tidak terulang kembali dan menegakan aturan keselamatan pelayaran dengan sungguh-sungguh walau apapun yang terjadi," katanya.

Dia menceritakan, pada 20 Juni 2017, pukul 20.00 WIB Kapal Dharma Bahari Sumekar rute Pelabuhan Kalianget – Kangean tiba di Pelabuhan Kalianget.

Sesuai jadwal, kapal itu akan mengangkut penumpang berbayar sebanyak 213 orang.

Namun, saat KM. Dharma Bahari Sumekar tiba di Pelabuhan Kalianget, paparnya telah terjadi penumpukan calon penumpang kapal Bahari Express 9C yang belum tiba karena mengalami kandas 1 Mil dari Pelabuhan Raas akibat tersangkut karang yang menyebabkan baling-baling kapal menjadi bengkok.

Kandasnya kapal Bahari Express 9C tersebut tidak menimbulkan adanya korban jiwa karena seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan diselamatkan.

"Penumpukan calon penumpang kapal Bahari Express 9C di Pelabuhan Kalianget merupakan dampak dari kandasnya Kapal Bahari Express 9C pada tanggal 17 Juni yang pada saat kejadian mengangkut 392 orang penumpang mudik gratis Pemprov Jatim dan 11 ABK, dari Pelabuhan Jangkar Situbondo (UPP Kalbut) tujuan Pelabuhan Ra’as (wilker Pelabuhan Sapudi)," ujarnya.

Akibatnya, karena Kapal Bahari Express 9C tidak dapat tiba dan mengangkut calon penumpang di Pelabuhan Kalianget maka para calon penumpang kapal Bahari Express 9C tersebut berpindah naik ke kapal Dharma Bahari Sumekar walaupun harus membayar sesuai harga tiket yang masih tetap dijual oleh Operator Kapal Dharma Bahari Sumekar.

Pada Rabu (21/6/2017) pukul 20.00 WIB, lanjutnya Kapal Dharma Bahari Sumekar diberangkatkan oleh Kepala KSOP Kalianget dengan mengangkut penumpang sebanyak 442 orang melebihi kapasitas kapal itu sendiri yaitu sebanyak 213 orang guna mengantisipasi kekacauan penumpang di Pelabuhan Kalianget.

Dia mengungkapkan, Kapal Dharma Bahari Sumekar dengan kapasitas berlebih tersebut tiba di Pelabuhan Kangean dengan selamat.

Tag : kementerian perhubungan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top