Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sharp Bidik Kenaikan Penjualan TV 10%

Produsen elektronik PT Sharp Electronics Indonesia menargetkan kenaikan 10% pada penjualan televisi pada 2017. Perseroan merambah pasar easy smart LED TV di pasar domestik.
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 06 Juni 2017  |  23:33 WIB
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen elektronik PT Sharp Electronics Indonesia menargetkan kenaikan 10% pada penjualan televisi pada 2017. Perseroan merambah pasar easy smart LED TV di pasar domestik.

Penjualan seluruh produk televisi pabrikan pada 2016 mencapai 600 ribu unit. Sharp menargetkan penjualan easy smart TV yang baru diperkenalkan mencapai 33 ribu unit pada tahun ini.

“Strategi penjualan kita dengan meng-create pasar baru di segmen easy smart. Kompetitor kita belum banyak bermain di pasar baru itu,” ujar Senior GM Divisi Penjualan PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo kepada Bisnis di Jakarta pada Selasa (6/6/2017).

Menurut dia, kontribusi penjualan televisi terhadap keseluruhan pendapatan Sharp mencapai 20%, sementara 80% lagi ditopang penjualan peralatam elektronik rumah tangga (home appliances).

Penjualan unit televisi masih didominasi oleh segmen LCD basic. Sementara penjualan produk resolusi tinggi, yakni smart TV, Full HD, dan 4K baru sebesar 9% dari keseluruhan penjualan televisi Sharp. “Coba bermain di segmen easy smart supaya share penjualan unit smart TV coba dinaikkan jadi 12%-15%.”

Dengan begitu, perseroan menargetkan bisa memegang 20% pangsa pasar penjualan televisi domestik. Untuk saat ini, pangsa pasar terbesar penjualan televisi domestik masih dikuasai pabrikan Korea Selatan, Samsung.

Andry menyatakan pasar penjualan elektronik di kuartal kedua tahun ini mulai memperlihatkan tren positif. “Penjualan di bulan Mei udah tren pickup naik ke atas. Harapannya tentu Lebaran meningkatkan daya beli yang dampaknya langsung ke penjualan elektronik.”

Hanya saja, pabrikan mengantisipasi penguatan daya beli pada level moderat. Sebab momentum Lebaran begitu berdekatan dengan masuknya anak sekolah. “Spending orang untuk beli elektronik bisa tertunda dulu untuk antisipasi masuknya anak sekolah. Tapi secara umum pasar mulai membaik.”

Sharp juga menggenjot kontribusi penjualan melalui marketplace. Rencananya, porsi penjualan untuk vendor online ditingatkan hingga 10%. Kontribusi penjualan online mencapai 4% dari total penjualan televisi. “Kita mau naikkan penjualan di e-commerce sampai 10%. Di situ dulu kita jaga, supaya penjualan ritelnya ga mati.”

Produk yang diutamakan masuk ke penjualan online merupakan smart TV dengan harga di bawah Rp 3 juta. “Karena kita tau, bisasanya level spending konsumen di belanja online itu hanya sampai transaksi Rp 3 juta. Di bawah itu biasanya orang lebih suka belanja konvensional.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sharp
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top