Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ditopang Jerman dan Prancis, Aktivitas Bisnis Eropa Terus Ekspansi

Aktivitas manufaktur dan jasa di kawasan Eropa terus berekspansi dengan laju tercepat dalam enam tahun, didukung oleh pertumbuhan pada dua negara dengan ekonomi terbesar di kawasan tersebut, yakni Jerman dan Prancis.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Juni 2017  |  20:09 WIB
Ditopang Jerman dan Prancis, Aktivitas Bisnis Eropa Terus Ekspansi
Ilustrasi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas manufaktur dan jasa di kawasan Eropa terus berekspansi dengan laju tercepat dalam enam tahun, didukung oleh pertumbuhan pada dua negara dengan ekonomi terbesar di kawasan tersebut, yakni Jerman dan Prancis.

Purchasing Managers’ Index (PMI) komposit yang dirilis IHS Markit untuk zona Eropa mencapai 56,8 pada bulan Mei. Pencapaian tersebut tidak berubah dari bulan sebelumnya, sekaligus sejalan dengan prediksi pada 23 Mei.

Menurut IHS Markit, data itu konsisten dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebesar 0,7% pada kuartal kedua.

Indeks untuk jasa sedikit turun, sementara indeks untuk manufaktur yang dirilis pada 1 Juni tidak mengalami perubahan.

Pertumbuhan di Jerman didorong oleh manufaktur, sedangkan ekspansi di Prancis digerakkan oleh jasa.

“Data PMI final menambah bukti bahwa zona Eropa mengalami kuartal kedua yang kuat. Oleh karena itu, prospek untuk ekonomi zona Eropa tampak condong ke atas,” kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di IHS Markit, seperti dikutip dari Bloomberg (Senin, 5/6/2017).

Meski demikian, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kemungkinan tidak akan mengadopsi optimisme seperti itu dalam pertemuan yang akan berlangsung pada Kamis di Tallinn.

Sejauh ini, Gubernur ECB Mario Draghi telah menyebutkan bahwa proses pemulihan semakin kuat. Namun, ia juga memperingatkan adanya risiko yang tetap condong ke sisi negatifnya. Ia pun berpendapat bahwa stimulus masih diperlukan untuk mendorong inflasi.

Menurut IHS Markit, biaya input dan harga jual sedikit menurun pada bulan Mei, namun tetap lebih tinggi serta mendekati titik tertinggi yang dicapai pada awal tahun.

Para perusahaan penyedia jasa melihat kenaikan biaya yang kuat, kerapkali dikaitkan dengan tekanan upah karena tingkat kepegawaian terus meningkat.

“Dengan tingkat penciptaan lapangan kerja naik ke salah satu level tertinggi yang terlihat dalam satu dekade terakhir, proses pemulihan juga menjadi lebih berkelanjutan.

Pasar tenaga kerja yang membaik harus berdampak pada belanja konsumen yang lebih tinggi,” kata Williamson.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa pertumbuhan produksi dipacu oleh pesanan baru. Optimisme tentang prospek satu tahun ke depan melonjak ke tingkat tertinggi sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 2012.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uni eropa ekonomi eropa
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top