Industri Kertas : Putusan BMAD dari Australia Ditunda

Putusan Biaya Masuk Anti Dumping (BMAD) dari Australian Anti-Dumping Commission (AADC) untuk industri kertas Indonesa ditunda.
Nurhadi Pratomo
Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 25 Januari 2017  |  19:04 WIB

Bisnis.com - Putusan Biaya Masuk Anti Dumping (BMAD) dari Australian Anti-Dumping Commission (AADC) untuk industri kertas Indonesa ditunda.

“Penetapan yang seharusnya tanggal 23 Januari 2017 diundur menjadi 6 Maret 2017,” kata Direktur Eksekutif APKI Liana Bratasida saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (25/1).

Seperti diketahui,  Industri kertas saat ini masih menghadapi tantangan tingginya tarif masuk ke beberapa negara tujuan utama ekspor. Berdasarkan Statement of Essential Facts per 9 Desember 2016, BMADS yang diterapkan oleh AADC berkisar antara 2,4% — 72.8%. 

Selain Australia, menurut Apki, ekspor ke Amerika serikat saat ini terhenti akibat tingginya biaya masuk yang dikenakan bagi produk kertas asal Indonesia. Hal itu pasca tuduhan dumping yang dilayangkan oleh Amerika Serikat.

Data Kemendag mencatat kontribusi ekspor kertas Indonesia mengalami penurunan hingga Oktober 2016. Nilai ekspor kertas periode Januari — Oktober 2016 sebesar US$2.844 juta mengalami penurunan 5% dari periode sebelumnya sebesar US$3.004 juta. Adapun kontribusi terhadap ekspor pada periode tersebut tetap dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 2%.

Kemendag mencatat terjadi tren penurunan ekspor kertas Indonesia dalam rentang 2011 — 2015. Rata-rata penurunan tiap tahun sebesar 3%. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dumping, industri kertas, bmad

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top