Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Bawang Naik Tajam, Ini Keluhan Para Ibu di Palu

Harga komoditas bawang di Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam beberapa hari ini kembali naik tajam sehingga membuat ibu-ibu rumah tangga setempat mulai gelisah dan meminta pemerintah menstabilkannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 November 2016  |  11:33 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, PALU - Kenaikan bumbu dapur di Palu membuat para ibu mulai resah.

Harga komoditas bawang di Kota Palu, Sulawesi Tengah dalam beberapa hari ini kembali naik tajam sehingga membuat ibu-ibu rumah tangga setempat mulai gelisah dan meminta pemerintah menstabilkannya.

"Tidak tahu apa penyebabnya harga bawang merah dan putih kembali bergerak naik," kata Ny Ketut, ibu rumah tangga di Kota Palu, Jumat (11/11/2016).

Ia mengatakan cukup terkejut ketika membeli bawang di Pasar Masomba Kota Palu, harganya sudah naik.

Menurut dia, baru pekan lalu membeli bawang merah dengan harga Rp40.000/kg, kini sudah naik mencapai Rp50.000/kg.

Sama halnya bawang putih yang sebelumnya dijual pedagang Rp32.000/kg, kini naik menjadi Rp45.000/kg.

"Kenaikan harganya cukup tinggi,"kata dia.

Ia meminta pemerintah untuk melakukan intervensi guna mengendalikan agar harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat tersebut tidak semakin naik.

Hal senada juga disampaikan Ny Lusi, ibu rumah tangga yang berdomisli di kawasan Jalan Juanda Palu Timur. Ditemui di Pasar Masomba, ibu tiga anak itu mengeluh harga bawang naik.

Ia menduga kenaikan harga dilakukan pedagang untuk mengambil keuntungan besar.

"Saya heran stok bawang cukup banyak, tetapi harganya naik," kata dia.

Kenaikan tersebut semata-mata karena ulah para pedagang untuk mengambil keuntungan, mengingat komoditas pangan itu banyak dibutuhkan masyarakat.

Dia juga sangat berharap adanya langkah antisipasi dari pemerintah dengan melakukan intervensi melalui Perum Bulog setempat mengadakan operasi pasar (OP) terhadap dua komoditas yang mengalami kenaikan.

Pemerintah harus mendesak Bulog untuk menggelar OP bawang seperti yang dilakukan sebelumnya ketika terjadi gejolak harga pada beberapa jenis kebutuhan pokok.

Kasi Usaha dan Sarana Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Rudi Zulkarnain membenarkan adanya kenaikan harga pada komoditas bawang.

Bahkan bukan hanya bawang, kenaikan juga terjadi pada komoditas tomat. Harga tomat juga naik dan saat ini harganya di pasaran mencapai Rp16.000/kg dari sebelumnya hanya Rp6.000/kg.

Berdasarkan menitoring, kenaikan harga dipicu harga di tingkat produsen naik akibat pengaruh cuaca.

Akibat cuaca ekstrem, banyak petani tomat dan bawang merah gagal panen.

Tetapi, kata dia, stok bawang maupun tomat cukup banyak. "Hanya saja harganya naik," kata dia.

Sementara itu, Bulog Sulteng yang diharapkan melakukan intervensi dengan menjual bawang tidak punya stok. Bulog tidak punya persediaan bawang, kecuali beras dan gula pasir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top