Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

GAET KAPAL BESAR, Pelindo II Agresif Dekati Maersk Line

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mulai agresif mendekati perusahaan pelayaran internasional dalam rangka membawa kapal besar masuk Pelabuhan Tanjung Priok.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 November 2016  |  18:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mulai agresif mendekati perusahaan pelayaran internasional dalam rangka membawa kapal besar masuk Pelabuhan Tanjung Priok.

Salah satu perusahaan pelayaran internasional yang didekati PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II secara intensif adalah Maersk Line.

Elvyn G. Masassya, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), mengatakan perusahaan sudah berbicara dengan Maersk Line akhir bulan lalu.

"Nanti kami akan duduk dan berbicara lebih detil lagi mengenai struktur biaya. Jadi mereka harus berhitung kalau kapal besar harus berapa BBM dan muatan. Nanti kita lebih transparan dan kita hitung ekspektasi mereka apa.

Intinya, Maersk Line meminta kepastian besar muatan barang yang bisa diangkut keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok. Dia memperkirakan perusahaan asal Denmark tersebut akan datang untuk membicarakan struktur biaya ini pada bulan depan.

Menurut Elvyn, langkah ini merupakan salah satu usaha peningkatan bisnis perusahaan dengan perusahaan pelayaran dalam rangka mendatangkan kapal besar ke Indonesia.

Selain itu, usaha ini adalah salah satu cara menekan biaya logistik agar barang ekspor dan impor tidak harus berganti kapal di Singapura. "Ini juga salah satu cara berkompetisi dengan Singapura," tegasnya.

Untuk strategi mengundang masuk kapal besar, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R. Irianto memaparkan permintaan Maersk Line terkait tarif dan muatan sebagai hal yang wajar.

Menurutnya, Maersk Line juga tidak bisa langsung menambah Tanjung Priok ke dalam trayeknya karena rencana trayek kapal besar merupakan program tahunan. Tentu, lanjut Saptono, perusahaan pelayaran besar tidak mau merubah trayek lalu harus kehilangan volume.

"Mereka pasti berpikir merubah trayek harus menambah volume. Berbicara volume ini, pasti soal cost," ujarnya.

Dia memperkirakan Maersk Line mungkin akan membawa kapal besar ukuran 8.000-10.000 TEUs dan bukan kapal generasi terbaru. Selain dengan Maersk Line, dia juga mengatakan pihaknya juga berbicara dengan perusahaan pelayaran besar lainnya CMA CGM, OOCL dan lainnya.

"Secara continue iya [sudah dilakukan], tetapi untuk bicara serius ini ada tahapannya," ungkapnya. Dia mengungkapkan apa yang terjadi dengan Hanjin Shipping tidak berpengaruh kepada langkah Pelindo. Saptono yakin muatan kargo akan tetap ada karena kargo perusahaan pelayaran Korea Selatan tersebut pasti berpindah ke perusahaan lain.

"Yang collapse Hanjin-nya, kargonya kan enggak," tegasnya.

Untuk perusahaan pelayaran tersebut, dia menegaskan pihaknya membuka terminal internasionalnya a.l. NPCT 1, JICT dan Terminal Koja. Namun khusus kapal 10.000 TEUs ke atas, dia mengatakan NPCT 1 yang sudah siap.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo ii maersk line
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top