Bea Cukai Priok Operasikan Custom Control Room Untuk Awasi Kontener

Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok mengoperasikan fasilitas ruangan khusus pengawasan atau custom control room untuk kegiatan pemasukan, pengeluaran dan penimbunan barang di fasilitas tempat penimbunan sementara (TPS) yang berada diwilayah pabean Priok
Akhmad Mabrori | 02 November 2016 11:46 WIB
BC Priok operasikan custom control room untuk awasi kontener. - .Akhmad Mabrori

Bisnis.com, JAKARTA: Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok mengoperasikan fasilitas ruangan khusus pengawasan atau custom control room untuk kegiatan pemasukan, pengeluaran dan penimbunan barang di fasilitas tempat penimbunan sementara (TPS) yang berada diwilayah pabean Priok.

Kepala KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Fajar Doni mengatakan control room tersebut juga untuk mengawasi proses bisnis di TPS, serta memantau pergerakan barang impor yang selama ini sudah dapat di deteksi menggunakan elektronil seal (e-seal) kontainer.

"E-seal disiapkan atas kerjasama pengusaha TPS dengan Bea dan Cukai Priok. Karena pergerakan/perpindahan kontener dari lini satu ke lini 2 wajib menggunakan alat berbasis IT tersebut," ujarnya saat coffee morning yang dilanjutkan dengan peresmian custom control room (CCR) KPU Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (2-11-2016).

Dia mengatakan, menyiapkan fasilitas CCR KPU Bea dan Cukai Priok itu sesuai amanat Perdirjen Bea dan Cukai No:6/BC/ 2015 tentang tata cara penetapan kawasan pabean dan TPS.

Pada kesempatan itu juga dihadiri kalangan pengusaha dan pengguna jasa pelabuhan Priok yang diwakili asosiasi antara lain; Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunana Sementara Indonesia (Aptesindo), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Asosiasi Pengusaha Jalur Prioritas (APJP).

Selain itu juga di hadiri Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, I Nyoman Gede Saputera, Balai Besar Karantina Pertanian Pelabuhan Priok, dan manajemen pengela terminal peti kemas di pelabuhan Priok al; Jakarta International Conatiner Terminal (JIC), TPK Koja, Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Pelabuhan Priok.

Fajar juga mengatakan, instansinya konsisten dalam menekan dwelling time di Pelabuhan Priok dengan mengusung strategi penurunan dwelling time juga harus diikuti dengan penurunan biaya logistik nasional.

"Karena itu kita lakukan kordinasi dengan seluruh instansi dan stakeholder untuk mencapai target dwelling time kurang dari tiga hari di pelabuhan Priok," ujar dia.

Tag : Bea Cukai
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top