Cuaca Ekstim Perlu Diwaspadai

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melakukan berbagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem.
Anitana Widya Puspa | 02 November 2016 05:09 WIB
Menteri PUPT Basuki Hadimoeljono (tengah) di Batang-Semarang - Dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melakukan berbagai antisipasi menghadapi tingginya curah hujan atau cuaca ekstrem.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono mengatakan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) cuaca ekstrem akan terjadi saat ini hingga Februari 2017.

Menurutnya, antisipasi pertama yang harus dilakukan adalah melakukan walk through atau penyusuran melakukan pemeriksaan tanggul-tanggul dengan tujuan untuk meminimalisir kejadian-kejadian jebol.

 “Jadi tanggul-tanggul supaya harus tetap di monitor dengan baik supaya tidak ada kesalahan, seperti jebol. Kalau jebol karena limpasan itu karena memang ekstrem tapi kalau jebol karena kondisi prasarananya itu yang kita hindari,” ujarnya seperti yang dikutip dari keterangan resminya Selasa (1/11/2016)

Kedua melakukan disiplin operasi pintu-pintu air, karena banjir itu tidak hanya akibat meluapnya sungai namun juga bisa disebabkan oleh operasi buka tutup pintu air yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia menyampaikan bahwa dalam membuka tutup air harus hati-hati sekali. Misalnya, pintu airnya seharusnya dibuka sebelum banjir terjadi tapi kalau dibuka saat banjir atau telat buka, nanti limpahan airnya seperti bendungan jebol..

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan early warning system, serta mau membersihkan drainase atau sungai yang tersumbat akibat sampah atau lainnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kementerian PUPR

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top