Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJT Kaji Trase Tol Cigatas

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan tengah menyelesaikan kajian terhadap trase tol CileunyiGarutTasikmalaya sebelum mengusulkan ruas tersebut menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  06:51 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan tengah menyelesaikan kajian terhadap trase tol Cileunyi—Garut—Tasikmalaya sebelum mengusulkan ruas tersebut menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menyatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk mendorong proyek tersebut menjadi PSN. Hanya saja, dia mengatakan tol tersebut belum bisa diusulkan menjadi PSN karena belum menyelesaikan serangkaian prosedur yang diperlukan, antara lain penetapan pemrakarsa dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta trase tol yang akan dibangun.

“Kemarin pada saat diusulkan [ke KPPIP] kebetulan tol ini memang belum ada di rencana umum. Hari ini sedang proses prakarsa badan usaha, nanti kalau sudah disetujui pak menteri baru kita usulkan,” ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (20/10).

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah memproses penetapan badan usaha untuk ruas tersebut, yaitu UEM Group Berhard asal Malaysia dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rencananya, bila penetapan pemrakasa berhasil didapatkan pada tahun ini, maka pelelangan dilakukan pada tahun depan.

Hasil studi kelayakan yang diusulkan Pemda Jabar memberikan tiga opsi trase tol Cigatas. Ketiga trase tersebut yakni Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Malangbong-Rajapolah-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar, lalu Majalaya-Nagreg-Limbangan-Cibatu-Garut Kota-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar dan terakhir ketiga Majalaya-Nagreg-Limbangan-Garut-Singaparna-Kota Tasikmalaya-Ciamis-Banjar.

Herry juga menilai tiga trase yang diusulkan pemerintah daerah belum matang, dengan kontur tanah yang cukup sulit untuk dibebaskan dan dilakukan konstruksi. Untuk itu dia mengaku tengah mencari alternatif terbaik supaya tol tersebut mampu mengakomodasi pertumbuhan ekonomi untuk wilayah yang dilintasi.

“Pengalaman kami juga di Cisumdawu, ada daerah yang belum bebas oleh pemda karena cukup sulit medannya, jadinya kami yang membebaskan. Jadi belajar dari situ kita ingin mencari rute terbaik yang sependek mungkin, dan mengakomodasi semua wilayah,” ujarnya.

Dia menambahkan, BPJT berencana menyatukan ruas Tol Cigatas dengan ruas tol Jogja-Solo. Namun, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan pelelangan Tol Cigatas terlebih dahulu. 

Sebelumnya Ketua Tim Implementasi KPPIP Wahyu Utomo menyatakan pihaknya telah menerima usulan dari BPJT mengenai 25 ruas tol yang diusulkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Namun, pihaknya masih membutuhkan waktu untuk mengevaluasi proyek mana yang pantas dijadikan PSN, karena menyangkut dengan kemampuan fiskal Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam mengembalikan dana talangan lahan badan usaha.

“Perpres mengenai PSN itu kan living document. Kami bisa saja menerima usulan baru, tetapi semuanya harus dibuktikan dengan kajian,” ujarnya

Menurutnya, terdapat tiga kriteria yang digunakan dalam mempertimbangkan sebuah proyek masuk dalam Proyek Strategis Nasional. Pertama, harus terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah nasional (RPJMN) 2015-2019  atau rencana strategis (renstra).

Kedua, proyek tersebut strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Ketiga, proyek tersebut bernilai minimal Rp100 miliar

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top