Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Minim, Harga Bawang Merah di Palembang Melonjak

Harga bawang merah di Kota Palembang terpantau merangkak naik hingga Rp35.000 per kilogram atau sekitar 25% karena pasokan yang berkurang.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 Oktober 2016  |  02:05 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, PALEMBANG - Harga bawang merah di Kota Palembang terpantau merangkak naik hingga Rp35.000 per kilogram atau sekitar 25% karena pasokan yang berkurang.

Kepala Administrasi Umum PT Swarnadwipa Selaras Adiguna (SSA) Pasar Induk Jakabaring, Bambang, mengatakan harga bawang merah saat ini menyentuh Rp32.000- Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp28.000 per kg.

"Pasokan bawang merah asalnya dari Brebes dan sekarang jumlahnya berkurang sehingga harga jadi naik," katanya, Kamis (20/10/2016).

Dia memaparkan biasanya bawang merah yang tiba di Pasar Induk Jakabaring bisa mencapai dua ton per hari namun sekarang berkurang separuhnya jadi satu ton per hari.

Menurutnya, sejumlah pedagang telah melakukan antisipasi dengan mendatangkan pasokan bawang merah dari daerah lain, yakni Padang. "Untuk antisipasi, sudah ada pasokan bawang dari Padang, harganya Rp26.000 per kg, namun pasokan ini tidak terlalu banyak jumlahnya," ujarnya.

Bambang mengaku tidak mengetahui jelas mengapa pasokan bawang Brebes ini mengalami penurunan yang cukup signifikan, hanya saja pihaknya memastikan jika pasokan mulai menurun beberapa hari belakangan.

Tingginya curah hujan di Sumsel dan banyak daerah di Indonesia mempengaruhi pasokan komoditas sembako ke Palembang. Utamanya, untuk cabai, bawang yang didatangkan dari luar Sumsel.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel, Permana mengatakan, curah hujan sangat memengaruhi distribusi bawang. "Kondisi ini mengkhawatirkan, karena pemesanan tak bisa sebentar dan langsung tiba," katanya.

Permana mengemukakan, kondisi cuaca serupa juga terjadi di daerah asal produksi bawang. "Hujan ini kan tak hanya di Sumsel, di sentra produksinya di Jawa juga mengalami curah hujan tinggi," katanya.

Apalagi, setelah itu masuk proses diatribusi ke daerah tujuan, karena hujan, atau sebabnyak seperti banjir dan longsor jadi kendala. Namun demikian, pihaknya mengupayakan agar distribusi komoditas bahan pokok itu tetap lancar sehingga bisa berdampak pada stabilitas harga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawang merah
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top