Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemendag Akan Bangun dan Revitalisasi 272 Pasar

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pembangunan dan merevitalisasi pasar rakyat melalui dana Tugas Pembantuan (TP) untuk 272 pasar pada 2017, di mana secara keseluruhan pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 pasar setiap tahun.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 18 Oktober 2016  |  19:54 WIB
Ilustrasi. - Bisnis
Ilustrasi. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pembangunan dan merevitalisasi pasar rakyat melalui dana Tugas Pembantuan (TP) untuk 272 pasar pada 2017, di mana secara keseluruhan pemerintah menargetkan pembangunan 1.000 pasar setiap tahun.

"Untuk tahun 2017 itu ada 220 pasar rakyat yang menggunakan dana TP dan 52 pasar merupakan 'carry over', sisanya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, saat ditemui di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Enggartiasto menjelaskan, target pemerintah pada tahun 2017 untuk revitalisasi dan pembangunan pasar adalah sebanyak 1.000 pasar rakyat. Total dana yang dibutuhkan untuk membangun dan merevitalisasi pasar rakyat tersebut kurang lebih sebanyak Rp3,7 triliun.

Kemendag berkewajiban untuk membangun dan merevitalisasi sebanyak 272 pasar di mana sebanyak 52 pasar merupakan pengalokasian kembali untuk tahun 2017 karena pada tahun 2016 terjadi penghematan anggaran oleh pemerintah. Sementara sisanya atau sebanyak 728 unit pasar direvitalisasi melalui dana DAK.

"Kami prioritaskan ke pasar rakyat skala kecil, akan tetapi yang menyentuh masyarakat banyak. Pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat tersebut akan mengikuti standardisasi pembangunan pasar dan juga pedoman tata kelola pasar seperti soal retribusi serta manajemen keuangan," kata Enggartiasto.

Enggartiasto menjelaskan, nantinya pedoman tata kelola pasar tersebut juga akan mengatur penggunaan dana retribusi untuk pengembangan pasar itu sendiri. Dengan adanya rencana tersebut, maka pasar itu bisa terpelihara dengan baik.

"Saat ini ada retribusi akan tetapi pertanggungjawabannya tidak jelas. Managemen pasar menarik retribusi, tapi tidak dipergunakan untuk mengelola pasar dengan baik, dan dipergunakan untuk kepentingan mereka," kata Enggartiasto.

Pada tahun 2015, pemerintah berencana untuk membangun dan merevitalisasi pasar rakyat sebanyak 1.017 unit, yang terdiri dari pembangunan melalui dana TP sebanyak 182 unit, dana DAK sebanyak 770 pasar rakyat, dan sebanyak 65 unit dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Realisasi pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat pada 2015 tersebut mencapai 99 persen atau sebanyak 1.002 unit pasar, sementara 15 pasar lainnya tidak terlaksana.

Pada 2016, untuk pembangunan pasar rakyat melalui dana Tugas Pembantuan sebanyak 168 pasar dengan anggaran sebesar Rp1,46 triliun. Sementara untuk Dana Alokasi Khusus mencakup 710 unit pasar rakyat dengan dana mencapai Rp1,006 triliun.

Pada tahun tersebut direncanakan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat sebanyak 878 unit atau di bawah target yang dipasang oleh pemerintah yang sebanyak 1.000 pasar rakyat per tahun, dan sebanyak 5.000 pasar rakyat pada 2019.

Tercatat, jika pembangunan pasar rakyat sesuai dengan skema rencana pemerintah, maka selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga akhir tahun 2016 ini sudah melakukan pembangunan dan revitalisasi pasar sebanyak 1.880 pasar rakyat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

revitalisasi pasar kemendag

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top