Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JOB PPEJ Salurkan Dana Tali Asih di Tuban Rp75 Juta

Operator minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) merealisasikan program tali asih senilai Rp75 juta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 22 Agustus 2016  |  17:52 WIB
Blok migas - Ilustrasi
Blok migas - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Operator minyak dan gas bumi (migas) Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) merealisasikan program tali asih senilai Rp75 juta kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel.

Sesuai komitmen, manajemen JOB PPEJ langsung melakukan realisasi setelah menerima tagihan dari pemerintah desa atas enam program yang pernah diajukan warga Desa Ngampel. Pembayaran tali asih tersebut sebagai wujud komitmen operator saat melakukan pengeboran di PAD B Sukowati.

Keenam program senilai Rp 75 juta tersebut antara lain, pengurukan jalan, ternak penggemukan sapi, ternak kambing, tambah modal usaha, usaha bengkel las, pengadaan tempat sampah, dan gerobak sampah roda tiga.

Field Admin Superintendent (FAS) JOB PPEJ Akbar Pradima berharap pihak desa terus bisa bekerja sama dengan baik dengan JOB PPEJ agar proyek nasional yang ada di Desa Ngampel tetap berjalan lancar.

"Ini uang negara, berapa pun yang dikeluarkan harus dipertanggungjawabkan. Sehingga kita harap bisa segera tuntas dan proses moving rig berjalan lancar. Yang pasti begitu ada tagihan dari Pemerintah Desa disertai bukti realisasi program yang diajukan warga, pihak JOB PPEJ langsung bisa melakukan pembayaran," ujar Akbar Pradima dalam siaran pers, Senin (22/8/2016).

Sebelum ini, susuai prinsip good corporate governance atau tata kelella perusahaan yang baik,   JOB PPEJ menolak mencairkan kompensasi bagi warga Ngampel. JOB PPEJ meminta Pemerintah Desa Ngampel melakukan penagihan resmi disertai bukti realisasi 6 program yang diajukan warga.

Warga Ngampel sempat melakukan penghadangan terhadap moving rig JOB PPEJ, sehingga rig tak bisa dipakai secara maksimal untuk kepentingan operasi JOB PPEJ. Akibatnya, JOB PPEJ dan negara mengalami kerugian, yang dinilainya ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kerugian itu timbul, karena nilai sewa rig per hari terus dihitung, lalu biaya tenaga kerja, dan potensi minyak yang bisa diproduksi tak bisa dilakukan operator.

"Nilai kerugiannya besar kalau saat rig tak bisa dioperasikan," tegas Akbar Pradima.

Manajemen JOB PPEJ juga berterima kasih atas segala masukan yang diberikan warga Desa Ngampel. Ke depan, tegas Akbar, pihak perusahaan juga lebih intens menjalin komunikasi yang baik dengan warga masyarakat agar setiap program bisa tersosialisasi dengan baik.

"Kami juga akan melakukan pengawalan program dan menjalin komunikasi baik dengan warga setempat," terang Akbar.

Kesepakatan itu dicapai setelah adanya proses mediasi di Mapolres Bojonegoro. Hadir dalam mediasi tersebut perwakilan dari JOB PPEJ, yang diwakili Field Admin Superintendent JOB PPEJ Akbar Pradima beserta jajarannya. Perwakilan dari warga Desa Ngampel yang dipimpin Kades Pudjianto. Dari pihak kepolisian hadir Wakapolres Bojonegoro Kompol Andrian, Kasat Intel AKP Sodiq, Kabag Sumda AKP Agus Wahono dan Kapolsek Kapas AKP Ngatimin.

Lapangan migas Blok Tuban dengan operator JOB PPEJ sempat mencapai puncak produksi pada 2011 dengan besaran sekitar 40.000 BPH. Setelah itu, karena faktor alam dan berbagai sebab lainnya, tingkat produksi minyak dan gas lapangan Blok Tuban yang di-handle JOB PPEJ mengalami penurunan dan kini berada di kisaran 14.000 BPH. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas tuban
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top