Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Jengkol Melonjak Ke Rp55.000 Per Kilogram

Kurangnya pasokan jengkol ke sejumlah pasar tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat, membuat harganya meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 sampai Rp55.000/kg.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 05 Agustus 2016  |  19:35 WIB
Harga Jengkol Melonjak Ke Rp55.000 Per Kilogram
Ilustrasi - JIBI
Bagikan

Bisnis.com, PADANG -  Kurangnya pasokan jengkol ke sejumlah pasar tradisional di Kota Padang, Sumatera Barat, membuat harganya meningkat dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 sampai Rp55.000/kg.

"Harga jengkol Kamis (4/8) sudah mulai naik lagi, " kata seorang pedagang jengkol di Pasar Raya Padang Joni (43) di Padang, Jumat (5/8/2016).

Ia menambahkan, hal tersebut disebabkan justru pasokan jengkol berkurang. Biasanya ia bisa beli dalam sehari tiga karung, namun kini hanya satu karung. Sekarung sebelumnya seharga Rp400.000, kini menjadi Rp600.000-Rp700.000.

Jengkol-jengkol itu berasal sebelumnya berasal dari tiga daerah, seperti Painan, Pasaman, namun kini hanya dari Pariaman.

"Jenis jengkol yaitu berjeniskan jengkol kampung, ada namanya jengkol beras ukurannya kecil-kecil, jengkol kerbau ukurannya besar," lanjutnya.

Sama juga halnya dengan pedagang jengkol lainnya di Pasar Pagi Tunggul Hitam, Ina (39), menyatakan harga jengkol naik pekan ini.

"Harga jengkol kisaran Rp50.000 sampai Rp55.000/kg tergantung besar kecilnya," ujar dia.

Salah seorang pembeli, Marni (34) mengatakan dua hari dalam pekan ini yakni Kamis kemaren harga jengkol sudah mulai naik.

"Biasanya saya membeli seharga Rp40.000 perkilonya, sekarang naik menjadi Rp50.000 perkilogram," ungkap ibu rumah tangga tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga jengkol

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top