PTPN III Mulai Konstruksi Pabrik Minyak Goreng Sei Mangke

Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III segera memulai konstruksi pabrik minyak goreng di kawasan Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada tahun ini.
Dara Aziliya | 18 Juli 2016 17:51 WIB
Pabrik Minyak Sawit. Ilutsrasi. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA–Perusahaan milik negara yang bergerak di sektor perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III segera memulai konstruksi pabrik minyak goreng di kawasan Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada tahun ini.

Direktur Utama PTPN III Elia Massa Manik menyampaikan perusahaannya menginvestasikan dana sebesar Rp558 miliar untuk pembangunan pabrik tersebut. Dia mengaku segala proses kesiapan lahan sudah selesai, sehingga konstruksi pabrik diharapkan dapat segera dimulai.

“Kami mau memulai konstruksi untuk bangun pabrik minyak goreng dengan kapastias produksi sebesar 600.000 ton [per tahun] di Sei Mangkei. Di sana kami memiliki lahan 2.000 hektare,” jelas Elia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (18/7/2016).

Dia menambahkan pembangunan pabrik tersebut merupakan salah satu program perluasan hilirisasi yang ditempuh PTPN III. Elia mengatakan perusahaan memutuskan membangun pabrik minyak goreng karena teknologinya yang dapat segera direalisasikan.

Pemerintah mendorong perusahaan-perusahaan BUMN yang selama ini fokus menggarap sektor hulu (upstream) untuk dapat berinvestasi masuk sektor hilir (downsteeam) sehingga dapat memanfaatkan produksi sendiri dan menghasilkan produk akhir dari komoditas tersebut.

Sejumlah PTPN pun mulai giat menjajaki investasi hilir seperti PT RNI yang tengah menjajaki pembangunan pabrik gula baru.

Elia yang memimpin holding BUMN Perkebunan pun mengatakan perusahaan-perusahaan pelat merah tengah melakukan riset untuk melihat peluang pembangunan pabrik-pabrik yang menghasilkan produk-produk turunan kelapa sawit.

Kendati demikian, dia mengatakan perusahaan BUMN tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih peluang yang dapat dijajaki, mengingat pada tahun lalu BUMN Perkebunan masih mencatatkan rugi Rp615 miliar. “Kita harus step by step karena finansial agak terdepresi.”

Terkait pembangunan pabrik minyak goreng, dia menuturkan perseroan masih menghadapi beberapa kendala seperti minimnya infrastruktur sehingga secara langsung turut menjadi faktor pengerek harga gas sebagai bahan bakar utama.

“Ada beberapa persoalan infrastruktur di Sei Mangkei yang harus kita bereskan, ini semua sedang dibereskan seperti akses dan masalah gas. Kalau urusan gas itu saya kira banyak berhubungan dengan policy pemerintah,” terang Elia.

PTPN III merupakan perusahaan perkebunan milik negara yang bergerak di bidang usaha perkebunan kelapa sawit dan produk hilir karet. Luas konsesi sawit perusahaan ini yaitu sekitar 105.000 hektare, sedangkan luas kebun karet yaitu 38.000 hektare.

Adapun, tahun lalu BUMN Perkebunan memproduksi 1,8 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari total 440.000 hektare lahan. Tahun ini, produksi diprerkirakan tetap di level tersebut mengingat dampak el nino tahun lalu menekan produktivitas buah hingga tahun ini.

Elia menyebut BUMN Perkebunan pun masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup penting yaitu mendongkrak produktivitas yang saat ini hanya bertengger di angka 18,5 ton tandan buah sawit (TBS) per hektare.

Tag : sei mengkei, pabrik kelapa sawit, ptpn iii
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top