Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Impor Daging Kerbau: Kementan Yakin Industri Pengolahan Serap Maksimal

Industri pengolahan diyakini bakal maksimal dalam menyerap realisasi impor daging kerbau yang pemasukkannya mulai masuk pada bulan ini
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 13 Juli 2016  |  10:54 WIB
Impor Daging Kerbau: Kementan Yakin Industri Pengolahan Serap Maksimal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri pengolahan diyakini bakal maksimal dalam menyerap realisasi impor daging kerbau yang pemasukkannya mulai masuk pada bulan ini. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan kendati banyak pihak yang meragukan permintaan konsumsi daging kerbau , industri pengolahan tetap akan menyerap daging ini yang pada akhirnya akan menurunkan harga.

"Usaha dulu, sama seperti dulu katanya daging frozen tidak disegani masyarakat, sekarang impor daging frozen yang masuk pasar habis," katanya usai di panggil Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/7/2016).

Seperti diketahui, pemerintah telah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor 9.000 ton daging kerbau dari jumlah izin impor sebanyak 10.000 ton. Dari jumlah itu, rencananya akan digunakan untuk operasi pasar dan ditawarkan kepada industri pengolahan yang selama ini mengolah daging sapi.

Amran mengatakan harga daging sapi di wilayah DKI Jakarta, yang saat ini dipenuhi 90% daging impor, mampu berangsur turun menjadi di kisaran Rp70.000-80.000/kg di sejumlah wilayah. "Berarti ini juga bisa untuk menurunkan lagi [harga daging sapi]," ujarnya. Kemarin, Presiden Joko Widodo sendiri telah menginstruksikan kepada lembaga negara terkait untuk mulai mengendalikan harga komoditas pangan strategis sebelum Natal dan Tahun Baru, khususnya daging sapi.

Djarot Kusumayakti, Direktur Utama Perum Bulog mengatakan sejumlah pihak yang mengkritik kebijakan impor daging kerbau saat ini menilai masuknya daging dapat menurunkan margin keuntungan yang didapat dari bisnis penjualan daging sapi. Padahal, dia mengatakan daging kerbau sudah biasa menjadi hidangan daging di sejumlah negara di Timur Tengah maupun Malaysia.

"Di negara sana biasa saja, tidak ada black campaign. Begitu masuk sini, pemilik yang untung besar itu ribut. Karena masuknya kerbau ini akan menekan margin yang mereka dapat dibandingkan dengan daging sapi," katanya, kemarin di Kompleks Istana Kepresidenan. Adapun, Djarot mengatakan sedikitnya 9.000 ton daging kerbau akan masuk pada bulan ini, yang diharapkan terus bisa menekan harga daging sapi dipasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sapi dan kerbau
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top