Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MACET MAUT DI TOL ‘BREXIT’: Pemerintah Akui Salah Prediksi

Pemerintah mengakui telah melakukan kesalahan dalam memperkirakan atau memprediksi kemacetan arus mudik di jalan tol baru Pejagan - Brebes, Jawa Tengah sehingga terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juli 2016  |  14:55 WIB
MACET MAUT DI TOL ‘BREXIT’: Pemerintah Akui Salah Prediksi
Kendaraan pemudik antre menuju gerbang exit tol Pejagan-Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengakui telah melakukan kesalahan dalam memperkirakan atau memprediksi kemacetan arus mudik di jalan tol baru Pejagan - Brebes, Jawa Tengah sehingga terjadi kemacetan panjang di jalur tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (12/7/2016), mengatakan pada saat rapat kabinet persiapan Lebaran 2016, Pemerintah sudah mengatur solusi dan kebijakan untuk meminimalkan kemacetan selama arus mudik dan arus balik.

"Kami terlalu yakin dan optimistis dengan jalan tol baru itu dapat membantu. Ternyata masyarakat berpikiran sama, semua orang yakin, akhirnya bertumpuklah itu sehingga terjadilah musibah," kata Wapres Kalla, Selasa (12/7/2016).

Dia menjelaskan, sesungguhnya pemerintah telah membahas berbagai usulan pada saat rapat kabinet tersebut. Salah satu usulan Wapres adalah dengan menjual karcis tol di satu pintu, sehingga pintu tol bebas dilewati oleh pengendara.

"Kalau dihitung, itu memerlukan waktu 15 detik bagi orang untuk membayar tol, apalagi kalau menukar uang. Nah, kalau sejuta dikali 15 detik, sudah 15 juta detik hilang (pemberhentian di gerbang tol). Kalau dia hanya punya 15 gerbang, sudah berapa waktu bisa dihemat karena itu, tinggal lempar saja itu karcis. Tetapi itu tidak dilakukan juga," jelasnya.

Selain itu, ada pula usulan untuk memberlakukan nomor kendaraan ganjil dan genap dalam melakukan perjalanan mudik.

Misalnya, kendaraan dengan plat nomor genap diatur untuk melakukan perjalanan pada Sabtu dan Senin; kemudian kendaraan dengan plat nomor ganjil pada Minggu dan Selasa.

Namun, hal itu perlu dikaji lebih dalam lagi efektivitasnya, mengingat semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dipakai masyarakat untuk mudik Lebaran.

Terkait adanya belasan pemudik meninggal dunia akibat kelelahan di perjalanan karena macet, Wapres mengatakan pemerintah meminta maaf atas kejadian itu dan akan melakukan evaluasi.

"Pemerintah sudah berusaha melayani sebaik-baiknya dan masyarakat yakin akan itu (tol baru), tetapi semua orang terlalu yakin. Jadi lain kali harus diatur lebih baik lagi," uajrnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ramadan 2016

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top