Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pebisnis Tekstil Prediksi Penurunan Konsumsi Tahun Ini

Angka konsumsi per kapita tekstil dan produknya terus menunjukkan penurunan sejak 2013. Bahkan pelaku usaha meramalkan tahun ini masih stagnan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Mei 2016  |  01:41 WIB
Ilustrasi-Pabrik tekstil Sritex - Antara/R. Rekotomo
Ilustrasi-Pabrik tekstil Sritex - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com JAKARTA – Angka konsumsi per kapita tekstil dan produknya terus menunjukkan penurunan sejak 2013. Bahkan pelaku usaha meramalkan tahun ini masih stagnan. 

Data BPS yang diolah oleh Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa konsumsi tekstil pada 2015 hanya mencapai 6,56 kilogram per orang. Angka tersebut turun 3,94% dari tahun sebelumnya. Bahkan penurunan juga terjadi pada 2014, turun 0,15% dibanding 2013.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan konsumsi tekstil per kapita Indonesia tahun ini bakal turun.

“Saya kira tren konsumsinya bakal turun karena tidak ada daya beli masyarakat. Kalaupun ada berbaikan ekonomi baru sampai di [level] makro, belum di mikro,” katanya pada Bisnis, Minggu (29/5/2016).

Sebelumnya, neraca perdagangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) masih menunjukkan surplus sekitar US$4,3 juta. Menurut Ade pasar ekspor industri TPT dalam negeri belum banyak bisa diharapkan akibat masih banyak barrier dan safeguard yang berlaku di negara tujuan.

“Untuk pasar baru seperti Iran belum memperlihatkan tanda-tanda. Untuk ke Turki memang ada kerja sama [melalui kerangka] D8, tapi masih kalah dengan aturan dari WTO,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan anjloknya harga komoditas menjadi salah satu faktor pelemahan daya beli masyarakat. Hal tersebut juga terjadi pada sektor tekstil yang belum menunjukkan nilai yang signifikan pada awal tahun ini.

“Kalau dilihat dari data pertumbuhan, belum tentu [pertumbuhan] secara kualitas merata. Anggaran belanja pemerintah langsung dibelanjakan di awal, pasti itu ada pengaruh. Pemerintah ada di posisi sulit. Tekanan makronya berat. Akhirnya semua orang membatasi belanjanya,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tekstil
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top