Genjot Nawa Cita, Jonan resmikan 3 bandara, 23 pelabuhan

Kunjungan kerja Menteri Perhubungan Igasius Jonan boleh jadi bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Mengapa? Ya, selama 3 hari perjalan dinas, ia meresmikan tiga bandar udara dan 23 pelabuhan. Ini jelas bisa masuk rekor MURI, kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar.
Lahyanto Nadie | 02 Mei 2016 21:48 WIB
Menhub Ignasiun Jonan (kanan) meresmikan Pelabuhan di Sulawesi

Bisnis.com, KENDARI – Kunjungan kerja Menteri Perhubungan Igasius Jonan boleh jadi bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Mengapa? Ya, selama 3 hari perjalan dinas, ia meresmikan tiga bandar udara dan 23 pelabuhan. “Ini jelas bisa masuk rekor MURI,” kata Dirjen Perhubungan Darat Pudji Hartanto Iskandar kepada Bisnis.com Senin (2 Mei 2016).

Maklum, sejak terbang dari Jakarta Sabtu ke Sorong, Jonan terus ke Gorontalo, dan Kendari. Terakhir ia meresmikan menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Bungkutoko di Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini diresmikan Menhub Ignasius Jonan.

Pelabuhan yang dibangun dari APBN sebesar Rp204,217 miliar sejak 2009 sampai 2015 ini berlokasi terpisah dari pelabuhan Kendari. Lokasinya persis di mulut Teluk Kendari yang menjadi tempat pertemuan arus keluar masuk air laut dari Teluk Kendari serta dari Laut Banda. Letak geografis ini membuat daerah tersebut kaya dengan plankton yang disenangi berbagai jenis ikan laut dalam maupun ikan pesisir.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, tampak begitu gembira atas kehadiran Jonan. “Sebenarnya yang diharapkan Presiden Jokowi yang datang. Pak Jonan sudah sering ke sini, jadi sudah jadi saudara sendiri,” katanya.

Bagi Nur Alam, masyarakat Sultra sangat menghargai penanganan langsung oleh Menteri Perhubungan dalam pengembangan infrastruktur perhubungan di Provinsi Sultra, dan peresmian beberapa pelabuhan yg terletak di tiga provinsi yg dilakukan di Bungkutoko, Sultra, merupakan wujud dari sinergi dalam pembangunan.

Ada tiga pertimbangan pembangunan pelabuhan Bungkutoko yaitu:
Pertama, sesuai dengan perkembangan kota
Kedua, sesuai dengan rencana tata ruang kota.

Ketiga, bertambahnya frekuensi datang dan berangkat kapal, sehingga membutuhkan pelabuhan beserta fasilitas yg memadai.

Gubernur mengharapkan Kemenhub mengalokasikan anggaran untuk pengerukan teluk Kendari, dan penambahan garbarata serta perpanjangan landasan di bandara Kendari.

Menhub Jonan menjelaskan bahwa dari 35 pelabuhan yang telah diresmikan berada di  pulau Sulawesi. “Pembangunan pelabuhan sebesar apa pun harus selesai dalam 2 tahun sejak dari perencanaan hingga rampung.”

KSOP Bungkutoko, kata  Jonan, harus bekerjasama dengan PT Pelindo IV dalam pengembangan dermaga kontainer .”Penggunan uang rakyat untuk pembangunan harus sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat secara langsung memanfaatkannya.”

Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko diputuskan oleh Presiden Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden No 168 Tahun 1998 tentang Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu, Buton, Kolaka dan Kendari. Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko juga merupakan pengembangan dari Pelabuhan Kendari yang terkendala penegembangannya karena keterbatasan lahan pengembangan, pendangkalan perairan kolam, alur pelayaran yang sempit.

Plt. Dirjen Hubla Umar  Aris mengatakan bahwa bahwa pembangunan pelabuhan Bungkutoko yANg dimulai sejak 2009 merupakan respon dari pemerintah dalam meratakan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia. Pembangunan pelabuhan Bungkutoko dan 8 pelabuhan lainnya merupakan implementasi dari kebijakan Presiden Joko Widodo, dengan program Nawacitanya yang fokus pada pembangunan berbasis maritim.

Pembangunan Pelabuhan Bungkutoko yang berada di Kota Kendari ini merupakan wujud pembangunan yang tidak hanya Jawa sentris. “Jadi ini sesuai dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ignasius jonan

Editor : Lahyanto Nadie

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top