MAY DAY: Pemprov Sumsel Jamin Tak Ada PHK Massal

Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menjamin tak akan terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK massal terhadap tenaga kerja di provinsi itu seiring kebijakan yang ditempuh pusat dan daerah.
Dinda Wulandari | 02 Mei 2016 01:01 WIB
Massa aksi buruh dari berbagai aliansi di kota Tangerang berjalan menuju gedung pemerintahan kota Tangerang menggelar unjuk rasa, Tangerang, Banten, Kamis (22/10). - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menjamin tak akan terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK massal terhadap tenaga kerja di provinsi itu seiring kebijakan yang ditempuh pusat dan daerah.

Sekretaris Daerah Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan 12 paket kebijakan untuk mendukung kesejahteraan para pekerja.

"PHK massal mudah-mudahan tidak akan terjadi di Sumsel. Gubernur juga sudah mewanti-wanti jangan sampai ada PHK. Bahkan pemerintah juga sudah menyiapkan 12 paket kebijakan," katanya, Minggu (1/5/2016).

Dia mengemukakan salah satu paket kebijakan yang disiapkan pemerintah dan ditindaklanjuti daerah, yakni, dengan mempermudah proses perizinan yang harus cepat dan tepat. Kemudian, meyakinkan investor bahwa dengan berinvestasi ke Sumsel itu aman.

"Memang kami sangat khawatir akan terjadinya PHK massal di Sumsel akibat memburuknya perekonomian. Kalau PHK biasa silahkan saja, mungkin pekerja itu bandel, nakal, tidak disiplin, narkoba, itu sah-sah saja. Apalagi saat ini harga karet sudah merangkak naik," paparnya.

Mukti mengemukakan terdapat 640 perusahaan, 4.000 UKM, dan 2.000 usaha menengah ke atas di Sumsel dengan jumlah buruh mencapai lebih dari 230.000 tenaga kerja. Dia menambahkan Pemerintahan Joko Widodo saat ini sudah menyediakan Rp5.000 triliun selama lima tahun untuk meningkatkan infrastruktur.

Tujuannya, apabila infrastruktur bagus tentunya akan berdampak pada cost (biaya) produksi sebuah perusahaan lebih murah. "Di samping itu, hilirisasi apakah itu sawit, kopi, dan karet yang dijadikan alternatif aspal. Mudah-mudahan dengan begitu banyaknya perusahaan bisa mengatasi permasalahan buruh di Sumsel,” katanya.

Sementara itu Koordinator Wilayah KSBSI, Ali Nafiah mengungkapkan, kesejahteraan buruh di Indonesia saat ini terbilang jauh dari kata sejahtera. "Harapan kami pada Hari Buruh ini hendaknya kesejahteraan buruh akan meningkat," katanya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel, Sumarjono Saragih, mengatakan saat ini upah pekerja di Sumsel paling tinggi di Pulau Sumatra. Menurut dia, hal ini harus disyukuri oleh para buruh di Sumsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
may day

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top