Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Teknologi Perbenihan, Sudah Siapkah Pertanian Kita?

Berbeda dengan treatment kimia lain yang digunakan di seluruh lapisan lahan, aplikasi treated seed hanya terkonsentrasi pada bagian tanaman yang ingin disasar.
2

Kelebihan Treated Seed

Benih hasil perlakuan khusus - syngenta.com
Benih hasil perlakuan khusus - syngenta.com

Berbeda dengan treatment kimia lain yang digunakan di seluruh lapisan lahan, aplikasi treated seed hanya terkonsentrasi pada bagian tanaman yang ingin disasar.

Fokusnya adalah untuk membuat akar lebih kuat, sehat, tahan hama, dan mampu menyerap lebih banyak air.

Saad menjelaskan dengan akar yang tahan banting pada 30 hari awal penanaman itulah tantangan musim kemarau seperti hama dan ketersediaan air yang sedang melanda AsiaTenggara saat ini akan dapat teratasi. Dengan demikian, risiko gagal panen bisa dianulir.

Regional Director Syngenta Asia Pacific, Tina Lawton, mengklaim dengan berbekal inovasi dan teknologi mutakhir di bidang perbenihan itu, pihaknya akan meretas masalah pangan di Asean melalui program Good Growth Plan.

Target yang dipatok oleh perusahaan berbasis di Swiss tersebut tak kalah ambisius, yaitu menaikkan yield regional sebesar 50% pada 2020.

Caranya adalah dengan menggandeng sekitar 100 juta petani kecil di kawasan Asia Tenggara.

"Fokus kami adalah bagaimana bisa menjangkau para petani gurem [smallholders] dan membuat mereka mampu beradaptasi dengan teknologi baru. Kami sudah mulai melakukan program pendekatan. Di Indonesia, misalnya, kami punya program Lead Farmer Network," ujarnya.

Pertanyaannya sekarang, mungkinkah mewujudkan target ambisius tersebut di tengah perbedaan salinitas, akses terhadap air, maupun ragam karakter petani di seluruh Asia Tenggara? Belum lagi dengan variasi kebijakan sektor agrikultur di masing-masing negara Asean.

Apapun yang terjadi, Head of Territory Syngenta Asean, Henry Briggs, tetap optimistis dengan angan-angan tersebut.

Dia bercermin dari kisah sukses Syngenta dalam membentuk program10 Tons Club untuk petani jagung di Jawa Timur.

Pada dasarnya program itu bercokol dari pembentukan kelompok-kelompok tani jagung yang sukses menaikkan produktivitas lahan dari 5 ton/ha menjadi 10 ton/ha dalam 3 tahun terakhir.

Saat ini sudah terdapat sekitar 100 grup yang masing-masing terdiri dari 50 orang.

Mereka yang sudah sukses merasakan langsung kenaikan yield dan tambahan penghasilan. Saat ini, mereka berencana menaikkan target menjadi 12 ton/ha.

"Melihat kesuksesan tersebut, rekan-rekan mereka pun pada akhirnya turut bergabung," jelas Henry.

Dia mengakui tidak ada cara yang lebih efektif untuk transfer teknologi kepada petani kecil dan merapatkan kesenjangan produktivitas selain melalui pendekatan seeing is believing. Sebab, petani biasanya baru percaya pada efektivitas inovasi setelah mereka melihat hasilnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

benih
Editor : Saeno

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top