Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PT Sun Resort Bangun Kota Wisata di Batu Licin, Riau

PT Sun Resort tengah membangun kota wisata di kawasan Batu Licin, Kepulauan Riau seluas 1.200 hektar dengan total investasi US$30 miliar.
Ilustrasi/isc22.com
Ilustrasi/isc22.com

Bisnis.com, TANJUNG PINANG - Investor China PT Sun Resort tengah membangun kota wisata di kawasan Batu Licin, Kepulauan Riau seluas 1.200 hektar dengan total investasi US$30 miliar.

General Manager PT Sun Resort Wahyudi menjelaskan pada proyek tahun jamak selama 15 tahun hingga 20 tahun ini akan dibangun fasilitas terpadu sepeti kawasan residensial, pendidikan, perdagangan dan industri.

Saat ini perusahaan tengah membangun fasilitas wholesales yang akan menjadi pusat perdagangan internasional produk-produk China pada lahan seluas 7 hektar.

"Investasi yang sudah dikeluarkan untuk pembebasan lahan higga konstruksi fasilitas wholesales ini Rp 800 miliar," katanya pada media gathering PT Angkasa Pura II di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepri, Jumat (26/2/2016).

Salah satu pemrakarsa kota wisata ini adalah pengusaha kelahiran Batu Licin Sanny Sukardi yang sukses mengembangkan bisnis di Singapura dan China.

Menurut Wahyudi, fasilitas wholesales diharapkan selesai pada pertengahan tahun ini. Pembangunannya akan diperluas sesuai dengan permintaan pasar.
Rencananya, kota satelit itu akan dibagi menjadi tiga kawasan yaitu kawasan industri seluas 400 hektar, residensial 400 hektar dan fasilitas pendukung 400 hektar.

"Jadi kota ini memiliki fasilitas lengkap mulai dari kawasan residensial, pusat perdagangan dan pusat bisnis yang dilengkapi dengan pusat finansial," ujarnya.

PT Sun Resort kemarin mendatangani nota kesepahaman dengan maskapai Sriwijaya Air untuk membidik segmen pebisnis dan turis dari China.

Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo menjelaskan pada tahap awal pola kerjasama dengan Sun Resort adalah membuka penerbangan carter.

Penerbangan langsung dari tiga kota di China ke Tanjung Pinang itu akan ditingkatkan menjadi penerbangan reguler setelah jumlah penumpangnya meningkat.

Rencananya Sriwijaya Air akan menggunakan pesawat Boeing 737-800 dengan frekuensi pada tahap awal 3 kali seminggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Asep Mh. Mulyana
Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper