Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Tanam Tiba, Jember Imbau Petani Waspadai Serangan Hama

Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Desember 2015  |  15:20 WIB
Musim Tanam Tiba, Jember Imbau Petani Waspadai Serangan Hama
Bagikan

Bisnis.com, JEMBER - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengimbau para petani mewaspadai serangan hama dan penyakit selama musim tanam padi yang bersamaan dengan musim hujan di kabupaten setempat.

"Serangan hama dan penyakit yang harus diantisipasi pada musim hujan yakni hama wereng, tikus, tungro, penggerek batang padi, wereng batang coklat, dan penyakit kresek atau hawar daun bakteri," kata Kepala Disperta Jember, Hari Wijayadi, Jumat (11/12/2015).

Laporan yang masuk ke Disperta, lanjut dia, hama tikus yang banyak menyerang areal lahan pertanian di beberapa kecamatan yang mulai melakukan musim tanam pada akhir November hingga awal Desember 2015.

"Hama tikus menyerang pada malam hari dan pada siang hari tikus bersembunyi di dalam lubang pada tanggul sawah, pematang dan daerah disekitar sawah. Serangan tikus akan lebih parah ketika hama tersebut menyerang secara berkelompok dalam jumlah yang sangat banyak," tuturnya.

Menurutnya, tikus merupakan hama yang paling merusak pada budidaya padi karena tikus merusak pada semua fase dan tingkat pertumbuhan tanaman, sehingga serangannya mulai dari tahap penyemaian, pindah tanam hingga panen.

"Sejauh ini para petani sudah berusaha melakukan pengendalian terhadap hama tikus tersebut, sehingga serangannya tidak semakin meluas ke lahan pertanian di sekitarnya," katanya.

Serangan hama tikus di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember seperti Kecamatan Kencong, Gumukmas, Rambipuji, dan Puger.

"Tahun ini serangan hama tikus tidak terlalu signifikan terhadap produksi tanaman padi di Jember dibandingkan tahun lalu, sehingga mudah-mudahan tidak mengganggu hasil produksi tanaman padi para petani," paparnya.

Ia menjelaskan pengendalian dapat dilakukan dengan perburuan atau gropyok masal, pemasangan perangkap dan sanitasi disekitar lahan, kemudian membersihkan lingkungan lahan dari gulma dan rumput liar agar tidak dijadikan tempat persembunyian hama tikus.

"Upaya pengendalian untuk menekan populasi tikus sawah harus dilakukan terus menerus mulai dari saat sebelum tanam hingga menjelang panen dengan menggunakan berbagai teknik secara terpadu," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

musim tanam

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top