Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disparitas Infrastruktur di Selatan dan Utara Jawa Masih Tinggi

Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan percepatan penyusunan rencana pengembangan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Yogyakarta-Prigi-Blitar-Malang.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 25 November 2015  |  19:49 WIB
Jembatan
Jembatan "Indiana Jones" di Lebak, Banten - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-- Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan percepatan penyusunan rencana pengembangan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) Yogyakarta-Prigi-Blitar-Malang.

 Kepala BPIW Kementerian PUPR, Hermanto Dardak mengungkapkan, adanya disparitas Utara-Selatan Jawa dan kabupaten/kota perlu mendapat perhatian khusus.

"Saat ini pemerintah memang telah melakukan intervensi untuk menekan disparitas di Jawa Selatan-Utara dengan membangun konektivitas Lingkar Wilis," terangnya, seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (25/11).

Ia menjelaskan, jalur Lingkar Wilis menghubungkan enam kabupaten di Jawa Timur yaitu Nganjuk, Kediri, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung dan Madiun.

"Potensi di Lingkar Wilis ini akan mengangkat perekonomian masyarakat sekitar, terutama sektor pertanian dan agrowisata," jelasnya.

Saat ini, jelas Hermanto, hasil panen ikan di Prigi tidak bisa diangkut dengan kendaraan bermuatan penuh.

Hal tersebut terjadi karena masih adanya kendala oleh kondisi geometri jalan yang kurang memadai. Sehingga, muatan kendaraan mesti dikurangi,

Ia menilai, diperlukan sinergi agar Lingkar Wilis ini dapat lebih berkembang dan memacu terbukanya kesempatan kerja serta menambah kesejahteraan rakyat.

Sementara itu, Rezeki Peranginangin, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, BPIW Kementerian PUPR mengatakan, dalam WPS Yogya-Prigi-Blitar-Malang terdapat kawasan pengembangan industri, kawasan strategis pariwisata, pengembangan infrastruktur sumber daya air (SDA) yang mendukung lumbung pangan serta keterpaduan terhadap kota-kota.

"Kebutuhan-kebutuhan untuk pengembangan WPS tersebut, seperti perencanaan, pemrograman serta penganggaran tengah diselesaikan,” terangnya.

Ia menyatakan, perencanaan pengembangan WPS untuk memastikan keterpaduan pembangunan infrastruktur dalam WPS, keterpaduan antara kawasan dalam WPS, keterpaduan pembangunan antar WPS dan keterpaduan pembangunan secara nasional. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jawa
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top