Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Non Aktifkan Empat Manajer Petral

PT Pertamina (Persero) menonaktifkan empat manajer Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang diduga menyebabkan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih tinggi seperti terindentifikasi dalam audit forensik Korda Mentha.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 23 November 2015  |  20:53 WIB
Pertamina Non Aktifkan Empat Manajer Petral
Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) bersama Menteri ESDM Sudirman Said (kanan) dan Dirut Pertamina yang baru Dwi Soetjipto melakukan jumpa pers di kantor BUMN, Jakarta, Jumat (28/11/2014). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) menonaktifkan empat manajer Pertamina Energy Trading Limited (Petral) yang diduga menyebabkan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih tinggi seperti terindentifikasi dalam audit forensik Korda Mentha.

"Empat orang sudah kami non-aktifkan sambil diinvestigasi lebih lanjut. Manajer-manajer di Petral sekarang ditarik di Pertamina," ujar Dirut Pertamina Dwi Soetjipto usai RDP dengan Panja Migas Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Ia mengatakan keempat orang tersebut diidentifikasi bekerja sama dengan pihak luar sehingga menyebabkan Pertamina harus membeli BBM yang lebih mahal.

Dwi tidak menampik kemungkinan dilakukannya pemecatan dan kelanjutan proses hukum jika keempat orang tersebut terbukti bersalah atau melakukan tindakan yang lebih buruk.

Namun, ia enggan mengatakan nama keempat orang itu karena masih akan mendalami audit forensik lebih dalam.

"Kami tidak bisa menyebutkan nama, tentu saja kaitannya dengan audit ini membutuhkan pendalaman lebih lanjut untuk menyatakan seseorang dalam keadaan salah atau tidak," tutur dia.

Sementara untuk PT Pertamina Integrated Supply Chain (ISC), Dwi menuturkan masih dilakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang bertanggungjawab melakukan perhitungan.

Selain memecat orang dalam Petral, Dwi mengatakan "corporate action" yang dilakukan Pertamina terkait Petral adalah memperbaiki sistem dan prosedur serta mencegah penyebab anomali di masa lalu tidak terjadi lagi.

Menurut dia, pihaknya akan melaksanakan berbagai kewajiban yang harus dilakukan setelah melihat dan pelajari audit Petral lebih lanjut.

Sementara, anggota Komisi VII Ramson Siagian mengatakan pihaknya masih akan mempelajari lebih lanjut sebelum menggelar rapat selanjutnya yang rencananya dilakukan pada Senin pekan depan.

"Agenda tadi mengenai audit forensik, setelah lengkap minggu depan bisa yang lain, kami minta data lebih lengkap agar bisa didalami," tutur dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Petral

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top